Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Transporter Akui Ambil Limbah B3 dari Sidoarjo

11 Desember 2018, 14: 54: 45 WIB | editor : Wijayanto

DIPERIKSA:  Bisri (kanan)  Bos CV Bangkit Jaya Abadi saat diperiksa penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik.

DIPERIKSA: Bisri (kanan) Bos CV Bangkit Jaya Abadi saat diperiksa penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pemilik CV Bangkit Jaya Abadi, Bisri, mengakui jika perusahaan angkutannya mengambil limbah dari perusahaan baja di Waru, Sidoarjo. Limbah B3 jenis slug itu kemudian dibuang di lahan milik warga di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo dan di Kecamatan Kedamean.

Pengakuan itu didapat polisi dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, kemarin. Pemeriksaan tersebut masih sebatas meminta keterangan sebagai saksi.

"Sementara masih saksi, belum ada tersangka. nanti kami masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan, termasuk pemilik perusahaan yang membuang limbah B3 ke lahan warga," kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasatreskrim Polres Gresik.

Sementara itu, Kanit Tipiter Satreskrim Iptu Agung Joko Haryono menegaskan pemeriksaan Bisri masih awal dan belum bisa disimpulkan. Sebagai pemilik perusahaan angkutan, saksi mengakui dia mengambil limbah dari areal pabrik baja di Sidoarjo. Atas pengambilan limbah tersebut, saksi mendapat pembayaran dari pihak perusahaan.

Ditambahkan, Bisri selaku pemilik CV Bangkit Jaya Abadi hanya bertugas mengambil limbah dari pabrik pemilik limbah B3. Saksi mengetahui bahwa itu limbah, namun dia menyebut dengan istilah tanah merah. Kemudian, limbah yang menyerupai pasir tersebut dibawa ke lokasi pembuangan.

Namun, kata Agung, pihaknya  belum bisa menjelaskan secara detail terkait materi pemeriksaan. Yang jelas, kasus pembuangan limbah tersebut akan diusut sampai tuntas. “Masih proses pemeriksaan pihak-pihak yang terkait dulu,” ujar Agung, kemarin.

Dijelaskan, pemeriksaan saksi yang lain akan dilakukan secara bergantian. Sebelumnya, limbah yang diduga B3 ditemukan dibuang di pinggir jalan raya Desa Karangandong, Driyorejo. Limbah sebanyak hampir 100 ton itu baunya sangat menyengat dan mengganggu pemukiman warga sekitar. Bahkan, limbah jenis pasir itu dapat mencemari sumber air.

Polisi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten sudah mendatangi lokasi. Mereka optimis dapat menemukan pabrik yang sengaja membuang limbah  di lahan warga di Desa Karangandong Kecamatan Driyorejo. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia