Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

APES, Curi Kabel Indosat Sudah Dikarungi, Kepergok Polisi Patroli

11 Desember 2018, 12: 35: 16 WIB | editor : Wijayanto

PAMER BB: Tersangka Ahmad Yunus menunjukkan barang bukti kabel yang dicuri didampingi aparat Unit Reskrim Polsek Tandes.

PAMER BB: Tersangka Ahmad Yunus menunjukkan barang bukti kabel yang dicuri didampingi aparat Unit Reskrim Polsek Tandes. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Aksi pencurian yang dilakukan Ahmad Yunus cukup nekat. Pasalnya, pria asal Dusun Wringin Anom, Lopang, Kembangbahu, Lamongan, itu nekat mencuri kabel di area PT Abattoir yang ada di Jalan Banjarsugihan nomor 74, Tandes, di siang bolong. Namun demikian, nasib sial menimpanya. Karena baru saja hendak berkemas untuk melarikan diri, pelaku terlebih dulu dipergoki polisi dan ditangkap. 

Menurut informasi, aksi pencurian tersebut dilakukan pelaku, Senin (10/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pelaku memang sudah niat sejak dari rumah untuk mencuri kabel di tower Indosat yang ada di Jalan Banjarsugihan tersebut. Karena itu sejak dari rumah, pelaku lengkap membawa peralatan pemotong seperti gergaji, gunting dan tang. 
Sesampainya di lokasi, pelaku langsung masuk ke dalam area tower. Setelah memastikan kondisi sekitar aman, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai kernet itu lantas beraksi memotong kabel di dalam bangunan tempat panel. Usaha pemotongan kabel yang dilakukan pelaku sudah membuahkan hasil. Tapi pelaku saat itu terburu-buru karena takut ada warga yang memergoki. Namun ternyata bukan warga yang memergoki, justru polisi yang kebetulan sedang patroli di tempat itu memergoki.
"Karena ada suara orang mencurigakan motong kabel di dalam ruang panel, anggota yang patroli langsung mengecek ke dalam," kata Kapolsek Tandes Kompol Kusminto, Selasa (11/12). 
Saat dicek, ternyata di dalam ruangan pelaku sudah mengemas kabel dan alat pemotong ke dalam karung. Karena ketahuan, pelaku saat itu bermaksud mengelabuhi polisi. Namun usahanya gagal karena saat diinterogasi malah ketakutan. Pelaku pun mengakui perbuatannya jika baru saja mencuri kabel dengan cara dipotong. 
"Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti tiga potong kabel, alat pemotong (gergaji, gunting, tang) dan senter," jelas mantan kapolsek Taman itu. Terbukti bersalah, pria asal Kota Soto itu diseret ke Mapolsek Tandes beserta barang bukti untuk diproses. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dengan maksimal ancaman hukuman 7 tahun penjara. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia