Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jelang Nataru, Travel Agent Banjir Permintaan

11 Desember 2018, 08: 06: 55 WIB | editor : Wijayanto

FAVORIT: Pesona gunung Bromo tetap jadi destinasi wisata yang menggiurkan.

FAVORIT: Pesona gunung Bromo tetap jadi destinasi wisata yang menggiurkan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2019, tren permintaan kunjungan wisata terhadap travel agent diklaim mengalami peningkatan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Tata Krama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas.

Menurutnya, pihaknya sudah terbiasa menghadapi momen Natal dan tahun baru sebagai high season.

"Kalau Natal kenaikan tidak terlalu signifikan tapi yang naik signifikan itu tahun baru, sangat luar biasa," terangnya di Surabaya.

Selain itu, tingginya permintaan terhadap travel agent ini juga berbanding lurus pada biaya yang harus dikeluarkan pelanggan.

Namun, menurut Nanik, jika harga paket tour naik itu bukan karena travel agentnya, tetapi karena biaya transportasi dan hotel pada momen Nataru harganya juga berbeda karena semuanya mengalami kenaikan.

"Di bulan ini kita tidak akan menemukan harga yang murah," ujarnya seraya tersenyum.

Nanik menjelaskan, permintaan terhadap travel agent biasanya dihitung dari minggu kedua Desember hingga minggu kedua Januari.

"Itu hitungan high season tapi kadang juga tidak minggu kedua seperti sekarang. Awal Desember sudah ramai tergantung demand permintaan. Jadi kalau banyak request perjalanan maka sulit dapat harga murah," tuturnya.

Ia memprediksi mendekati Februari nanti, permintaan perjalanan wisata akan mulai memasuki low season.

Sementara untuk tren perkembangan pariwisata di Indonesia, diakui Nanik cukup lumayan. Hal ini seiring dengan tren perkembangan liburan masyarakat saat ini yang lebih ke back to nature atau kembali ke alam. Sehingga mereka lebih menyukai liburan ke obyek wisata atau destinasi baru.

Di wilayah Jatim sendiri, objek wisata yang masih akan menjadi tujuan wisata utama menurut Nanik seperti wisata Kota Batu dan sekitarnya, Bromo, dan Banyuwangi.

Sementara saat ini, terdapat tren obyek wisata baru di Madura seperti Gili Labak, Gili Genting, Pantai 9, yang muncul karena potensinya yang luar biasa.

"Apalagi didukung program dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim yang membuka jalur pariwisata laut Probolinggo-Madura. Menurut saya itu ide yang cemerlang, karena Bromo sudah menjadi primadona Jatim, dan Madura memiliki potensi pariwisata besar. Gili Labak memiliki keindahan coral yang sangat bagus didukung dengan airnya yang jernih sekali, kita tidak perlu pakai alat sudah bisa lihat coral batu karang yang indah dan eksotik," jelasnya.

Menurut Nanik, program Dishub Jatim yang membuka jalur pariwisata itu perlu dijadikan percontohan dishub di luar Jatim. Karena jika akses pariwisata dibangun, maka akan mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah. Sebab pariwisata bersifat multiflyer effect yang melibatkan banyak komponen.

"Kontribusi objek wisata baru akan menguntungkan banyak komponen seperti hotel, restoran hingga pedagang kaki lima (PKL), transportasi darat, laut, udara, dan juga travel agent," ungkapnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia