Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Catut Konjen AS, Buka Loker Palsu Pedayai 6 Korban

10 Desember 2018, 16: 42: 00 WIB | editor : Wijayanto

Catut Konjen AS, Buka Loker Palsu Pedayai 6 Korban

SURABAYA - Sub Direktorat V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap seorang pelaku penipuan dengan  modus menjanjikan lapangan pekerjaan. Menariknya, pelaku mencatut lembaga Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya untuk memuluskan aksi jahatnya. Tersangka adalah Joko Susilo, 37, warga Jalan Sememi Jaya Utara IV, RT 03 RW 01, Sememi, Benowo. 
Aksi tipu-tipu itu dilakukan tersangka dengan modus membuat pengumuman lowongan kerja (loker) palsu dari pihak Konjen AS. Salah satu loker yang dijanjikan adalah sebagai tenaga security. Tersangka juga membuat persyaratan kepada korban untuk mengirim lamaran.Di antaranya, korban diminta mengirim foto copy dan dokumen asli sertifikat welding, dua foto ukuran 3 x 4, dan menyetorkan biaya administrasi senilai Rp 2 juta. Biaya administrasi tersebut dikatakan digunakan untuk keperluan safety, seragam, kacamata safety dan helm safety. Padahal, itu hanya akal-akalan pelaku untuk mendapatkan keuntungan.
 Kemudian setelah konten informasi loker dibuat, tersangka membuat akun WhatsApp (WA) dengan memakai foto profil dari BN, seorang staf Humas Resource Development (HRD) di Konjen AS. 
"Pelaku men-share informasi loker security itu melalui pesan WA dan Facebook dengan iming-iming gaji Rp 6,1 juta per bulan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, Senin (10/12). 
Arman menjelaskan, untuk menarik korban, pelaku juga mencantumkan iming-iming ketentuan jam masuk kerja yang fleksibel dan libur pada Sabtu dan Minggu. Para calon korban yang mengetahui informasi loker tersebut otomatis langsung tertarik dan berusaha menghubungi nomor WA korban serta menjalin komunikasi yang intens. "Untuk meyakinkan korban, tersangka juga mengirim kartu nama palsu identitas BN (Bagian HRD), dengan mencantumkan logo Konjen AS. Padahal, BN sebenarnya sudah tidak bekerja di sana (Konjen AS, Red)," jelasnya. 

Dari aksi penipuan ini, total sudah ada 6 korban dengan nilai kerugian sekitar Rp 12 juta. Terbongkarnya kasus ini bermula dari laporan korban dan pihak Konjen AS jika ada seseorang yang menawarkan loker atas nama BN yang merupakan mantan staf HRD Konjen AS.

Padahal setelah salah satu korban mengecek ke pihak Konjen AS, loker itu sama sekali tidak benar. Selain itu, pihak Konjen AS juga memastikan tidak ada penerimaan pekerja dan BN sudah keluar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 35 Jo pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia