Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Musim Hujan, Pegadaian Diserbu Petani Gadaikan Emas dan Traktor

09 Desember 2018, 23: 00: 10 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG: Warga mendapatkan pelayanan di kantor Pegadaian di Jalan Dinoyo, Surabaya.

BERKEMBANG: Warga mendapatkan pelayanan di kantor Pegadaian di Jalan Dinoyo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Memasuki musim hujan memberikan kontribusi untuk PT Pegadaian.

Kepala Kantor Pegadaian Surabaya Hermawan Aries Sandi mengklaim, dalam periode ini akan banyak petani yang menggadaikan emas dan traktornya untuk membeli bibit dan pupuk pada musim tanam.

Menurutnya, pada bulan ini, jumlah pinjaman dari sektor petani akan meningkat. Beberapa wilayah yang menjadi basis pertanian di Jawa Timur seperti Madura, Jember dan Madiun.

"Dengan ini kami optimis di sisa bulan ini akan diberlakukan. Hingga saat ini saja sudah menyalurkan pinjaman luar biasa (penyaluran pinjaman, Red) sebesar Rp 12 triliun dari target tahunan Rp 14 triliun," terangnya di Surabaya, kemarin.

Hermawan yakin jika target tersebut bisa terealisasi mengingat musim tanam di bulan Desember sudah dimulai. Terlebih PT Pegadaian Surabaya memiliki 1,3 juta nasabah yang diharapkan bisa mendorong realisasi kinerja.

"Memang dari angka 1,3 juta nasabah tersebut, yang berprofesi sebagai petani hanya 30 persen. Tetapi jumlah transaksinya cukup besar," terangnya.

Pihaknya juga memprediksi, jumlah nasabah tersebut akan mengalami pertumbuhan hingga tiga kali lipat di tahun depan.

Hermawan mencontohkan, seperti di daerah Madura, dalam tiga hari saja sudah mencatatkan Rp 2,5 miliar penyaluran pinjaman.

"Kebanyakan adalah emas yang masuk ke Pegadaian kalau musim hujan seperti sekarang. Kemudian setelah hujannya selesai, ganti traktor yang masuk digadaikan," ungkapnya.

Emas dan traktor memang sering digunakan petani untuk meminjam biaya produksi sawah mereka. Sedangkan jumlah uang yang diajukan sebagai pinjaman mencapai Rp 15-20 juta untuk dua sampai tiga bulan masa pinjaman.

Namun demikian, Hermawan belum berani memprediksi berapa taksiran peningkatan penyaluran pinjaman ke petani sepanjang Desember ini.

Hal ini dikarenakan, turunnya musim hujan tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya yang sedikit terlambat.

Menurutnya, tahun lalu pada November sudah turun, tapi tahun ini baru di penghujung tahun.

Sementara untuk Surabaya dan sekitarnya, tidak terpengaruh dengan musim hujan. Pergerakan masih sama dengan bulan-bulan biasa dan kondisi tersebut tidak berubah meskipun menyongsong Natal dan tahun baru.

"Musim tidak pengaruh di Surabaya. Khusus wilayah Jember dan Madiun pada musim hujan seperti ini bisa menjadi pemicu untuk mendorong pinjaman luar biasa. Natal dan tahun baru tidak membawa pengaruh," pungkasnya. (cin / jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia