Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Perjuangan Avika Warisman Menjadi Wanita (1)

Jadi Pasien Bedah Kelamin ke-41 di RSU Dr Soetomo

09 Desember 2018, 14: 48: 41 WIB | editor : Wijayanto

GANTENG AYU: Penampilan Avika ketika masih menjadi cowok.

GANTENG AYU: Penampilan Avika ketika masih menjadi cowok. (ISTIMEWA)

Perjuangan Avika Warisman menemukan jati dirinya sebagai perempuan, sungguh sangat berliku. Lahir sebagai seorang laki-laki, dalam perkembangan usianya, pemuda asal Dusun Kandeg, Desa Waung, Kecamatan Baron, Nganjuk itu merasa bahwa ia telah ‘terjebak’.

Terjebak pada jenis kelamin laki-laki, padahal sejatinya hati dan jiwanya adalah seorang perempuan. Tiga tahun lalu, ia bercerita tentang ‘statusnya’ itu pada jurnalis Radar Nganjuk (Jawa Pos Group), Panji Lanang Satriadin.

Ditemui di sebuah tempat makan di Kota Angin, Avika yang ketika itu masih berusia 22 tahun tampil percaya diri. Ia mengaku sudah plong karena ketika itu baru saja menjalani operasi ganti kelamin di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Sebagai seorang cewek, Avika tampil stylish. Tubuh semampai bertinggi 175 centimeter (cm) itu dibalut legging hitam dipadu kaus tanpa lengan yang ditutupi jaket denim pink. Rambutnya yang sebahu, dicat pirang.

Diakuinya, perjalanan ganti kelamin yang diingininya, tak mudah. Terutama yang berkaitan dengan status hukum. Cukup rumit dan putuh perjuangan.

Avika lantas menceritakan proses perubahan pada fisiknya tersebut. Dia mengungkapkan, operasi perubahan kelamin itu dijalaninya pada 26 Mei 2015 lalu.

Dia ditangani tim ahli bedah plastik RSUD Dr Soetomo. Rangkaian operasi berlangsung sekitar tujuh jam, pukul 08.00 hingga 14.00. Dia baru tersadar beberapa jam kemudian ketika hari sudah gelap. ’’Sampai sepuluh hari setelah operasi, saya harus menjalani rawat inap. Bed rest di rumah sakit,’’ kenang anak pasangan Suparman dan Sunarti tersebut.

Avika memilih RSUD Dr Soetomo untuk menjalani operasi kelamin karena mendapat informasi bahwa rumah sakit milik Pemprov Jatim itu merupakan yang terbaik di Indonesia untuk operasi transgender. Avika adalah pasien bedah kelamin ke-41 di RSUD Dr Soetomo untuk perubahan kelamin dari laki-laki menjadi perempuan.

Prosesnya dimulai sejak awal Januari 2015, ketika Avika pertama datang ke salah satu ahli bedah untuk mengutarakan niatnya tersebut. ’’Lalu, saya diminta tes ke beberapa poli. Mulai poli kandungan, poli dalam, sampai poli psikiater,’’ kenangnya.

Bila satu saja gagal, Avika dipastikan tidak bisa menjalani operasi. Prosedur itu memakan waktu hingga lima bulan. Bahkan, Avika mengaku sempat down di tengah jalan lantaran tidak kunjung mendapat kabar kepastian operasi. Sampai-sampai, dia berencana pindah tempat operasi ke Bangkok, Thailand, yang diketahuinya lebih praktis dan cepat.

Namun, hal itu urung dilakukan setelah kabar yang ditunggu-tunggu tersebut datang. Tim dokter dari RSUD Dr Soetomo memberikan kepastian pelaksanaan operasi Avika. Di balik prosedur yang cukup panjang itu, belakangan Avika merasakan manfaat lain. Yakni, mental dan fisiknya lebih siap dalam menghadapi perubahan fisik pada dirinya. (*)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia