Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Lestarikan Bahasa Daerah dengan Aplikasi AkuNusa

09 Desember 2018, 14: 27: 37 WIB | editor : Wijayanto

INSPIRATIF: Cornelia Natasha menunjukkan aplikasi AkuNusa di smartphone miliknya.

INSPIRATIF: Cornelia Natasha menunjukkan aplikasi AkuNusa di smartphone miliknya. (ISTIMEWA)

Berawal dari keprihatinan terhadap punahnya beberapa bahasa daerah di Indonesia, tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang aplikasi bernama AkuNusa. Aplikasi inovatif ini mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan bahasa daerah di nusantara ini.

Ginanjar Elyas Saputra/ Wartawan Radar Surabaya

Salah satu anggota tim Ivander Wiliam mengatakan saat ini tercatat 709 bahasa daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 139 bahasa sudah terancam punah. “Globalisasi yang menjamur di kalangan generasi muda Indonesia juga mulai memudarkan bahasa daerah dari kehidupan sehari-hari kita,” ungkap Ivander.

Berawal dari permasalahan itulah, Ivander bersama kedua rekannya, Cornelia Natasha, John Harison merancang aplikasi sederhana yang dapat digunakan pada telepon pintar atau smartphone. Pada aplikasi ini, terdapat pilihan bahasa daerah dari berbagai pulau di Indonesia. Di dalam setiap pilihan bahasa terdapat materi dan ujian untuk menunjang pembelajaran.

Ivander menambahkan, materi yang disajikan ini nantinya akan sangat berguna untuk mengerjakan soal ujian. “ Jadi ada tiga tingkat pembelajaran, apabila pengguna berhasil mengerjakan ujian dengan nilai minimal 60, pengguna dapat lanjut ke tingkat yang lebih tinggi,” urainya.

Selain itu, keunggulan dari aplikasi AkuNusa ini adalah dilengkapi dengan fitur makanan khas dan tempat wisata daerah guna meningkatkan ketertarikan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut.

“Generasi muda kini lebih suka yang praktis, tidak bertele-tele. Aplikasi ini akan mempermudah mereka dalam mempelajari bahasa sekaligus budaya daerah dalam satu tempat dan bisa dibawa ke mana saja,” tutur mahasiswa angkatan 2016 ini.

Ivander berharap, aplikasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia dalam mempelajari bahasa daerah. “Diharapkan pula bangsa Indonesia dapat lebih sadar dengan budaya Indonesia karena itu merupakan identitas mereka,” tegasnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, mereka ingin mencoba mengaplikasikan fitur lain dalam aplikasi tersebut. “Misalnya dengan pemakaian suara, karena tiap daerah memiliki dialek yang berbeda,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim ini telah berhasil mengusung aplikasi AkuNusa tersebut merebut juara dua dalam kompetisi Multimedia and Game Event 4 (MAGE 4) cabang lomba Application (App) di kampus ITS, pertengahan November lalu. (nug)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia