Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik
Komunitas Properti di Gresik

Dari Ngopi Lahir Aplikasi Bernama Kunci

09 Desember 2018, 13: 36: 28 WIB | editor : Wijayanto

NGOPI SAMBIL DISKUSI: Kegiatan Komunitas Properti Gresik di antaranya adalah diskusi sambil ngopi.

NGOPI SAMBIL DISKUSI: Kegiatan Komunitas Properti Gresik di antaranya adalah diskusi sambil ngopi. (MUHAMMAD FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Berawal dari diskusi di warung kopi, tiga sahabat karib asal Gresik, Robby Irawan, Jason Wahono, dan Rossi Lazuardi yang tergabung dalam Komunitas Properti Gresik menciptakan aplikasi yang diberinama Kunci. Hal itu terjadi pada Agustus 2018 lalu.

Sesuai namanya, Kunci merupakan aplikasi properti yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi calon pembeli rumah yang ingin mencari produk hunian berkualitas di Kota Pudak.

Pencipta aplikasi, Robby Irawan mengatakan, lahirnya aplikasi Kunci bermula saat dia melihat bahwa transaksi jual beli rumah di Gresik banyak mengalami kendala. Selain minimnya masyarakat mengetahui tentang sebuah produk properti (rumah), juga banyak kejadian penipuan jual beli rumah.

“Awal kami menciptakan aplikasi ini karena melihat ada gap informasi. Dimana masyarakat, khususnya generasi milenial kesulitan mencari produk hunian yang berkualitas dan memiliki legalitas,” ujar Robby.

Dikatakan, aplikasi Kunci merupakan sebuah platform yang terdapat di ponsel pintar (smartphone) yang bisa diunduh secara gratis oleh masyarakat atau calon pembeli rumah. Di sana masyarakat bisa mencari produk properti yang ada di Gresik tanpa harus mendatangi sebuah pameran.

“Kami melihat banyak masyarakat yang beli rumah melalui marketing (broker) saat pameran. Sementara untuk membeli rumah secara mandiri, cukup jarang. Nah, melalui aplikasi yang kami ciptakan inilah kami berusaha agar pembeli bisa langsung berinteraksi dengan pengembang. Sehingga selain mendapatkan jaminan kualitas harga, segala pertanyaan seputar produk yang akan dibeli bisa langsung ditanyakan,” paparnya.

Robby menjelaskan, saat ini banyak generasi muda usia 20-25 tahun memiliki keinginan untuk membeli rumah. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan pada websitenya, dimana hampir 80 persen didominasi kaum milenial. Namun, minimnya dana dan sempitnya informasi mengenai produk hunian, membuat keinginan membeli rumah tertutup oleh kebutuhan lifestyle.

“Andai membeli rumah itu mudah, mungkin generasi muda akan berlomba membeli hunian ketimbang belanja baju atau kebutuhan lifestyle mereka,” katanya.

Senada, CEO Kunci Jason Wahono, 23, menyebutkan, banyak generasi muda di Gresik yang berharap bisa mendapatkan informasi mengenai hunian secara cepat dan akurat. Khususnya hunian bersubsidi yang selama ini kurang terekpos oleh media.

“Pada aplikasi yang kami ciptakan ini, kami menggandeng developer-developer yang memiliki legalitas lengkap dan menjual produk hunian baru. Sehingga produk hunian yang bermasalah, sudah pasti tidak akan sampai ke gadget user karena tidak akan lolos verifikasi,” jelasnya.

Dikatakan, sebagai sarana untuk menarik user, pihaknya secara rutin meng-update berbagai macam program promosi. Mulai dari fasilitas DP murah, cicilan panjang, hingga pembelian hunian berhadiah elektronik.

Ke depan, Jason berharap pihaknya tidak hanya menciptakan aplikasi saja melainkan bisa secara rutin menggelar diskusi dan sharing dengan generasi muda yang ingin memiliki rumah.

"Kami berharap bisa membawa masyarakat mendapatkan rumah sesuai dengan keinginannya. Baik dari segi safety legal maupun safety finance,” tandasnya. (fir/opi) 

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia