Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Jatim Tawarkan Model Perdagangan Negara Kepulauan

09 Desember 2018, 12: 48: 00 WIB | editor : Wijayanto

KEYNOTE SPEAKER: Gubernur Soekarwo saat berbicara dalam Regional Diplomatic Meeting 2018 di Bali.

KEYNOTE SPEAKER: Gubernur Soekarwo saat berbicara dalam Regional Diplomatic Meeting 2018 di Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menawarkan strategi perdagangan melalui model negara kepulauan yang selama ini sudah dilakukan Provinsi Jatim di hadapan para duta besar dan perwakilan negara sahabat.

Model ini, diharapkan akan memperkuat perdagangan pasar domestik atau dalam negeri.

Model ini dinilai tepat karena hampir 40 persen pasar ASEAN ada di Indonesia, kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo, saat menjadi Keynote Speaker di Plenary Meeting dalam rangkaian acara Regional Diplomatic Meeting 2018 di salah satu hotel di Bali, Sabtu (8/12).

Pakde Karwo mengatakan, model ekonomi negara kepulauan ini bisa dilakukan dalam beberapa hal. Di antaranya, melakukan kerjasama perdagangan government to government (g to g) dan business to business (b to b) melalui 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD).

Dalam g to g ini, Provinsi Jatim melakukan MoU dengan provinsi lain baik tentang pertukaran informasi perdagangan, pemasaran maupun fasilitasi misi dagangnya.

Sedangkan b to b misal adanya kesepakatan bersama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim dengan Kadin Kalsel. Kadin Jatim dengan Kadin NTT.

Selain itu, memfasilitasi misi dagang yang bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Cooperative Trading House.

Dalam misi dagang ini nantinya delegasi Jatim membawa komoditi utama yang dimiliki, pun sebaliknya. 

Diperlukan juga menampilkan  komoditas unggulan seperti fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik, logam, kayu dan aksesories, dalam pemeran di daerah lain.

Serta mengoptimalkan penggunaan Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi (SIPAP). 

Langkah lain, mengembangkan digital economy support system melalui Jatim Smart Province sebagai respon dari pelaksanaan revolusi industri 4.0.

Dalam konsep ini termasuk di dalamnya adalah smart economy dengan smart industri yang menampilkan informasi tentang e-Raw material dan smart factory.

Pemprov Jatim juga melakukan  bridging IKM dengan market place berskala nasional seperti bukalapak. Pilot project ini sudah dilakukan terhadap 1.294 IKM di Jatim dengan target sasaran sebanyak 270 ribu IKM di Jatim, terangnya.(mus/nug)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia