Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Mulutnya Jorok, Kalau Marah Semua Nama Hewan di KBS Disebut

09 Desember 2018, 04: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Mulutmu, harimaumu. Banyak orang yang jatuh cinta gara-gara kemakan omongan manis. Pun juga, ada orang yang gagal cinta gara-gara tak bisa mengkondisikan mulut. Seperti yang terjadi pada Donwori, 27, ini. Tak tahan dengan mulut jorok nan pedas istrinya, Karin, Donwori pilih minta cerai.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Tak ada yang istimewa dari penampilan Donwori. Ia tak ubahnya laki-laki mendekati usia tiga puluh tahunan yang antara senang dan sedih menghadapi perceraian. Meski dari penampilan biasa, ia memiliki kasus perceraian, yang bisa dikatakan miris. Tapi, sepele juga tidak.

Percaya atau tidak, Donwori  menceraikan Karin gara-gara tak tahan dengan omongan istrinya. Bukan berarti Karin ini tipikal bojo galak yang bermulut pedas. Yang kalau ngomong menusuk-nusuk kalbu. Bukan itu. Sama sekali bukan. Namun, mulut Karin inilah yang tidak bisa dikondisikan. Sudah latah,  jorok pula. Bahkan di telinga lelaki sekalipun.

Karin tidak akan sungkan untuk mengucapkan kata-kata saru. Mengabsen nama-nama bagian intim laki-laki maupun perempuan untuk tujuan bercanda tanpa merasa risih. Bahkan, agaknya ia kurang lega kalau setiap kalimat dalam mulutnya jika tidak dibarengi dengan kata-kata kotor.

Pun dengan segala jenis kalimat pisuhan yang terdengan biasa di Surabaya, di mulut Karin kalitan itu terdengar makin saru. “Yang denger ae risih, Mbak. Ngono dia kok gak risih blas,” keluh Donwori.

“Lha sampeyan nemu istri di mana sih, Mas? Kok sekarang baru minta cerai. Masak gak ketahuan sejak awal pacaran?” tanya Radar Surabaya. 

Demi menjawab pertanyaan Radar Surabaya ini, Donwori malah ketawa duluan. “Dipikir kucing, nemu. Ya pas pacaran itu gak ketahuan asline. Wong dulu kalau ngomong pakai bahasa alus segala,” lanjut Donwori, menjelaskan.

Pria yang tinggal di kawasan Gunungsari ini mengaku shock juga. Pasalnya, ia menjalani pacaran dengan Karin tidak sebentar. Dua tahun lamanya. Namun, yang Donwori heran, ia tak pernah mendapati Karin kepleset dengan kata-katanya. Pun ketika marahan, Karin hanya diam.

“Kalau sekarang, Mas?” tanya Radar Surabaya lagi.

“Halah, jangan ditanya. Saiki, kalau marah, seluruh hewan di KBS diabsen. Omongane nglarani. Ketambahan sing jorok-jorok iku ya gak ketinggalan,” timpal Donwori.

“Lha kalau omongan saja, apa gak bisa dibenahi, Mas?” tanya Radar Surabaya lagi. Yang sejurus kemudian langsung dijawab dengan Donwori.

“Percuma, Mbak. Percuma. Gak leren-leren aku ngandani, tapi yo mek dirungokno tok. Ora dilakoni,” keluh Donwori.

Omongan Karin ini, tidak hanya terdengar geli di telinga Donwori. Namun, juga membuat malu diri sendiri dan keluarga. Pasalnya, kelakuan Karin yang nyeleneh ini sudah terkenal di lingkungannya. Malah jadi tanggapan orang-orang.

“Isin,Mbak.Dekne kok koyo perempuan sing gak ngerti unggah-ungguh.Akhire bapak ibuku yo isin,” pungkas Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia