Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

3 Jenazah Nahkoda dan Kadet KM Gerbang Samudra Masih Diidentifikasi

08 Desember 2018, 19: 19: 55 WIB | editor : Wijayanto

Keluarga masih menunggu proses identifikasi. Insert: foto Suhaldani nahkoda semasa hidup.

Keluarga masih menunggu proses identifikasi. Insert: foto Suhaldani nahkoda semasa hidup. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tiga jenazah korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra 1 masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Tiga jenazah itu meliputi seorang nahkoda kapal dan dan dua kadet wanita.
Mereka adalah Suhaldani, 56, (nahkoda) warga Jalan Baskara Jaya II/15, Surabaya. Kemudian Nurul Fadilah, 20, (kadet) warga Banjarnegara, Kecamatan Mertoyudan, Magelang dan Sika Marifat, 20, (kadet), warga Kudus, Jawa Tengah. 
Dari pantauan Radar Surabaya di RS Bhayangkara, hingga Sabtu sekitar pukul 18.21 WIB, terlihat keluarga korban sedang menunggu proses identifikasi. Mereka terlihat duduk di teras kamar jenazah dengan raut wajah sedih dan sedikit cemas.
Salah satunya adalah Lexi, 48, warga Jalan Baskara Jaya II Surabaya. Dia menunggu jenazah adik iparnya yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan dokter RS Bhayangkara Polda Jatim."Ini masih menunggu identifikasi bersama keluarga," ujar Lexi saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (8/12). 
Lexi menjelaskan, adik iparnya merupakan nahkoda kapal Gerbang Samudra I yang sudah bekerja sekitar empat tahun. Sebelum kapalnya terbakar, Suhaldani hendak berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
"Nanti kalau sudah selesai identifikasi, rencana jenazah (almarhum Suhaldani) akan dimakamkan di Mulyosari," terangnya.
Hal senada juga dikatakan Wisnu Argi. Pemuda 22 tahun asal Magelang itu masih menunggu proses identifikasi dari jenazah kakak sepupunya yakni Nurul Fadilah. "Saya sudah seminggu di Surabaya," kata Argi. 
Dia menerangkan, Nurul sudah ikut sebagai kadet di kapal selama 10 bulan. Dia bersama Sika merupakan satu angkatan."Mereka (Nurul dan Sika, Red) satu angkatan di SPM Semarang," tandasnya.Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak RS Bhayangkara maupun Polda Jatim terkait kapan hasil identifikasi akan diumumkan. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia