Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Belum Dikategorikan Naik, Harga Bawang Merah Masih Impas

08 Desember 2018, 13: 42: 05 WIB | editor : Wijayanto

JELANG MUSIM PANEN: Pedagang menata bawang merah di lapak miliknya yang ada di Pasar Pabean, Surabaya.

JELANG MUSIM PANEN: Pedagang menata bawang merah di lapak miliknya yang ada di Pasar Pabean, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jelang akhir tahun 2018, harga bahan pokok seperti bawang merah di sejumlah pasar di Surabaya terpantau mengalami kenaikan, dari yang semula Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 22.000 per kilogram untuk ukuran kecil. Sedangkan ukuran besar, dari Rp 22.000 menjadi Rp 26.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia (APBMI) Jawa Timur Akad mengatakan, sebenarnya harga bawang merah saat ini belum dikategorikan naik, tapi justru malah sebanding.

"Di tingkat petani saat ini harga bawang sekitar Rp 13.000 sampai Rp 14.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 9.000 – Rp 10.000 per kilogram. Ini sudah berlangsung lima hari," katanya di Surabaya, Jumat (7/12).

Menurutnya, harga bawang merah di tingkat petani dan di tingkat pedagang saat ini dikategorikan sebagai harga impas. Pasalnya, harga bawang di tingkat petani sempat anjlok drastis padahal stok berlimpah dari hasil panen Agustus lalu.

"Munculnya harga segitu di tingkat pedagang belum dikategorikan naik, karena tidak sebanding dengan risiko penyusutan dan biaya pergudangan bawang merah di tingkat petani," terangnya.

Diakui Akad, klasiknya di komoditas bawang merah ini harga dari petani sampai ke pedagang biasanya melewati sekitar kurang lebih 4 – 5 tahapan. "Jadi pedagang punya masing-masing barang dan mau tidak mau bertarung di pasar. Terkadang ada juga pedagang yang belum tentu full modal. Nah, inilah yang menyebabkan setelah bawang merah dibeli harus sesegera mungkin dijual agar tidak rugi," jelasnya.

Terkait pasokan apalagi memasuki musim hujan, dikatakan Akad, pasokan masih tergolong aman dan berlimpah. Sebab, di awal 2019 nanti musim panen akan berlangsung dan saat ini tanaman sudah mulai dipersiapkan.

"Sekarang tanamannya sudah ada yang umur 20 – 25 hari. Januari 2019 nanti, diperkirakan sudah panen dan kalau bilang kebutuhan Jatim sudah sangat cukup. Di Nganjuk dan Probolinggo saja, panennya sekitar 9.000 hektar," katanya.

Belum lagi pasokan dari luar Jatim juga, lanjut Akad, terkadang masuk di Jatim misal daerah Bima dan Tegal, sehingga pasokannya semakin bertambah. "April nanti juga musim panen lagi. Jadi diperkirakan Januari nanti harga bawang merah normal minimal Rp 10.000 dan maksimal Rp 15.000," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia