Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Libur Nataru, Arus Penumpang di Tanjung Perak Diprediksi 30.622 Orang

08 Desember 2018, 13: 39: 47 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Ribuan penumpang turun sesaat setelah kapal sandar di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Penumpang kapal laut saat libur

RAMAI: Ribuan penumpang turun sesaat setelah kapal sandar di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Penumpang kapal laut saat libur Natal dan tahun baru diprediksi akan mengalami kenaikan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memprediksi arus penumpang kapal laut yang melalui pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo III, pada musim liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) akan mengalami peningkatan.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat mengatakan, arus penumpang embarkasi (berangkat) pada tahun lalu sejumlah 58.634 orang, sedangkan tahun ini diprediksi naik tipis sejumlah 59.220 orang. Sedangkan penumpang yang tiba (debarkasi) pada tahun lalu sejumlah 62.208 dan tahun ini diprediksi naik mencapai 64.323 orang. "Jika dibandingkan dengan tahun lalu maka diprediksi akan ada kenaikan sebesar 3,4 persen," ujarnya di Surabaya, Jumat (7/12).

Faruq menjelaskan, khusus untuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, prediksi arus penumpang kapal laut pada masa liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mencapai lebih dari 30.622 penumpang. Sedangkan penumpang naik atau embarkasi diperkirakan sekitar 17.990 orang dan penumpang turun atau debarkasi sejumlah 12.632 orang. "Puncak arus penumpang diprediksi pada tanggal 22 Desember 2018, karena merupakan awal liburan Hari Raya Natal," terangnya.

Ia mengungkapkan, bahwa mayoritas penumpang yang berangkat dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak ialah dari dan ke Pelabuhan Makassar dan Balikpapan. "Pelabuhan-pelabuhan lain yang juga ramai ialah tujuan Banjarmasin, Sampit, dan Kumai, di Pulau Kalimantan," tuturnya. Sementara, potensi armada yang dapat melayani para penumpang sejumlah 17 kapal dari BUMN Pelni dan 19 kapal dari perusahaan pelayaran swasta.

Faruq Hidayat memaparkan, berbagai persiapan yang dilakukan Pelindo III. Salah satunya ialah pembentukan posko yang diperkuat oleh unsur instansi pemerintah daerah setempat, Kantor KSOP, Kantor Kesehatan Pelabuhan, KP3, dan lainnya sesuai kebutuhan. Persiapan berikutnya ialah penyediaan fasilitas tambahan untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, yakni pemasangan tenda, kursi, toilet portable, dan tempat sampah tambahan.

Selain itu, jadwal kerja petugas operasional juga ditingkatkan, mulai dari petugas pelayanan terminal penumpang, pandu, operator radio, dan petugas terkait lainnya.

"Peningkatkan man power menjadi strategi Pelindo III untuk mempercepat kelancaran operasional pelabuhan. Karena selain untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, juga karena saat ada kapal pengangkut bahan-bahan pokok akan diprioritaskan dengan optimalisasi kinerja bongkar muat. Sehingga pasokan kebutuhan pokok melalui pelabuhan tidak tersendat," jelasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia