Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Manfaatkan Sandal Bekas Jadi Fasum Menyehatkan

08 Desember 2018, 13: 33: 06 WIB | editor : Wijayanto

DAUR ULANG: Warga melintas tak jauh dari jogging track berbahan karet sandal bekas di sempadan sungai Kalimas di kawasan Keputran, Jumat (7/12).

DAUR ULANG: Warga melintas tak jauh dari jogging track berbahan karet sandal bekas di sempadan sungai Kalimas di kawasan Keputran, Jumat (7/12). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Fasilitas umum (fasum) yang menjadi kebutuhan masyarakat terus bertambah. Salah satunya ialah jogging track di Taman Keputran. Lokasinya berdekatan dengan Pasar Keputran dan di pinggiran sungai Kalimas.

Uniknya, fasum jogging track yang dibuat oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya itu terbuat dari sandal jepit bekas. Sandal bekas beraneka warna tersebut ditata rapi di sepanjang Taman Keputran. Saat ini masih dalam proses pembuatan jalur jogging track di kawasan tersebut.

Sekretaris DKRTH Kota Surabaya Ipong Wisnoewardono mengatakan, saat ini pembuatan jogging track tersebut masih baru sekitar 500 meter. “Selebihnya masih dalam proses pengerjaan, belum selesai sepenuhnya,” tutur Ipong kepada Radar Surabaya, Jumat (7/12).

Ipong mengatakan, penambahan fasum dengan menggunakan sandal bekas ini sangat efektif mengurangi sampah yang sulit terurai. Untuk sampah seperti plastik dan botol plastik bekas, masih bisa didaur ulang menjadi pernak-pernik, atau di daur ulang sehingga laku dijual kembali.

Sedangkan sandal yang berbahan karet, lebih pas jika digunakan untukjogging track. Karena limbah karet sulit untuk dijadikan bahan daur ulang dan dijual kembali. Selain empuk di kaki, juga sangat nyaman saat digunakan.

Sampah sandal bekas itu didapat dari tempat pembuangan sampah (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai wilayah di Surabaya. Ipong menjelaskan, para pemulung yang mendapat sampah sandal bekas it, kemudian di kumpulkan dan dipilah hingga dilakukan pembersihan. “Karet itu dijual tidak laku, tapi kami tetap memilah sampah-sampah itu. Nah, itu terus kita minta dari pemulung, dari beberapa tempat,” jelasnya.

Pembuatan jogging track ini merupakan pilot project pemkot dan DKRTH. Dengan menyulap sampah sandal bekas menjadi fasum yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Surabaya. Terlebih jogging track ini nantinya juga akan di manfaatkan oleh para lansia yang membutuhkan fasilitas olahraga yang nyaman. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia