Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bermodal Mobil Sewaan, Kawanan Sukses Gondol 20 Motor

08 Desember 2018, 13: 29: 54 WIB | editor : Wijayanto

DILUMPUHKAN: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan lima tersangka komplotan curanmor di Polrestabes Surabaya

DILUMPUHKAN: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan lima tersangka komplotan curanmor di Polrestabes Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lima pemuda ini bermodal dalam melakukan aksi pencurian sepeda motor. Mereka menyewa mobil untuk mencari sasaran, motor yang diparkir di teras rumah. Namun petualangan mereka berakhir setelah terekam CCTV.

Komplotan curanmor ini beranggotakan Saiful,20, Zainul, warga Jalan Srengganan Gang I, Rohim,27, Budi,20, Warga Rusun Sumbo serta Andik,20,warga Jalan Wonokusumo Gang I.  Sekali jalan mereka bisa menggasak minimal 2 unit motor. Higgga saat ini sudah ada 20 unit motor yang telah dicuri dari berbagai termpat.

Dalam beraksi kelima tersangka juga rela merental sebuah mobil minibus jenis Avanza. Mereka berkeliling  mencari sasaran dengan kendaraan sewaan tersebut. Targetnya adalah motor yang diparkir di teras rumah.

 Menurut data kepolisian, dalam kurun waktu kurang lebih setahun, tepatnya Maret hingga Nopember ini, mereka mampu menggasak sedikitnya 20 motor dari sejumlah kawasan Kota Surabaya. "Usai beraksi motor lalu dijual ke Madura saat itu juga," terang kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Jumat (7/12).

Lebih lanjut, Bima menuturkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan yang dilengkapi rekaman Closed Circuit Television (CCTV), di TKP Jalan Sidonipah. Darisanalah petugas mendapat ciri-ciri hingga meringkus tersangka.  “dua diantaranya terpaksa kami lumpuhkan karena nekat melawan dan melarikan diri. Keduanya yaitu Rohim dan Budi," kata Bima Sakti.

Selain mencuri, petugas juga mendapatkan fakta lain. Usai mendapatkan uang dari hasil penjualan motor curian, mareka gunakan untuk berpesta narkoba jenis sabu. 

Dugaan ini dikuatkan dengan penemuan pipet (salah satu alat hisab sabu-sabu) dari salah satu kantong tersangka. "Setelah kami geledah dan interogasi di lokasi penangkapan, salah satu dari mereka kedapatan menyimpan seperangkat alat hisap sabu di kantong celananya," terang Bima. Sementara kepada polisi , tersangka mengaku menjual motor hasil curian berkisar antara Rp 2 Juta hingga Rp 3 juta. Tergantung kondisi dan merek motor. (yua/rtn)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia