Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Konsumsi Sayur dan Buah Masyarakat Masih Kurang

08 Desember 2018, 13: 22: 15 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Masyarakat di Gresik menunjukkan kecintaannya untuk konsumsu sayur buah dengan mengikuti upacara HKN.

SEMANGAT: Masyarakat di Gresik menunjukkan kecintaannya untuk konsumsu sayur buah dengan mengikuti upacara HKN. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sebagai kota industri yang dekat dengan pesisir, kebutuhan sayur dan buah masyarakat Gresik masih kurang. Bahkan, survei konsumsi buah dan sayur baru mencapai 180 gram per kapita per hari, padahal standar WHO seharusnya 400 gram per kapita per hari.

Kepala bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Ummi Khoiroh mengatakan sudah memiliki banyak program edukasi mengenai pentingnya mengkonsumsi buah dan sayuran diantaranya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas) dan Program Keluarga Sehat. 

Pengetahuan masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan juga masih sangat terbatas, seperti sayuran terbanyak masih didominasi bayam, kakung, dan kol, sedangkan untuk buah-buahan paling banyak masih pisang..

"Padahal masih banyak jenis dan ragam sayuran dan buah-buahan agar menu yang disajikan di meja makan lebih beragam dan bervariasi. Tentunya ini akan mendorong dalam keluarga khususnya anak-anak mengkonsumsi lebih banyak sayuran danbuah-buahan," jelas Ummu.

Dikatakannya, ragam buah-buahan dan sayuran yang dipasok petani jauh lebih dari cukup sehingga menjamin ketersediaan dan keterjangkauan di pasar. Seharusnya hal ini dapat direspon masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat. sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral, vitamin merupakan zat pengatur yang sangat penting, sedangkan serat pangan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
"Kurangnya mengkonsumsi buah dan sayuran dalam jangka pendek akan membuat sembelit saat buang air besar, namun dalam jangka panjang akibat banyaknya senyawa racun (toksik) yang tidak terbuang dalam dinding usus besar akan mengakibatkan kanker usus," jelasnya.
Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr Endang Puspitorini menjelaskan edukasi ini sebenarnya bisa dilaksanakan sejak sekolah, sayangnya dengan kurikulum saat ini guru-guru terbebani dengan topk pelajaran di setiap semesternya sehingga tidak sempat mengeksplorasi mengenai gaya hidup sehat.

Namun, Dinkes terus menyampaian gaya hidup sehat muai giat disampaikan baik melalui posyandu maupun puskesmas. Terkait banyaknya ragam ekstrak sayuran dan buah-buahan sebagai suplemen, Endang mengatakan kandungan komponen gizi di dalamnya belum lengkap.

“Untuk menunjang gaya hidup sehat tetap harus mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar terutama menjamin kebutuhan vitamin dan serat pangan di dalam tubuh,” jelasnya. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia