Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Peringatan Haul Sunan Giri di Gresik

Ajak Warga Gresik Teladani Sikap Prabu Satmata

08 Desember 2018, 13: 14: 45 WIB | editor : Wijayanto

HAUL SUNAN GIRI: KH Mochtar Djamil dan KH Muwafiq saat berziarah di dalam Makam Sunan Giri.

HAUL SUNAN GIRI: KH Mochtar Djamil dan KH Muwafiq saat berziarah di dalam Makam Sunan Giri. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

Sepekan terakhir warga di sekitar Makam Sunan Giri di Jalan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas menggelar sejumlah pengajian. Itu dilakukan sebagai rangkaian memeringati Haul Sunan Giri.

YUDHI DWI ANGGORO-Wartawan Radar Gresik

KEGIATAN yang diselenggarakan di antaranya khotmil Qur’an, bacaan yasin dan tahlil dan pengajian umum. Sejak 2 Desember, pengajian akbar juga digelar oleh Jemaah Pengajian Al Khidmah di komplek makam. Sementara pengajian umum baru diselenggarakan pada Kamis malam di masjid area Pesarean Sunan Giri.

Pengajian Kamis malam  menghadirkan KH Muwafiq dari Yogyakarta dan KH Mochtar Jamil dari Gresik. Sementara pada Jumat siang dilakukan Tahlil Akbar yang dihadiri Bupati Gresik Sambari serta Perhimpunan Pemangku Makam Aulia (PPMA) Se-Jawa Timur.

KH Mochtar Jamil menyebutkan, haul ini merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Giri dan masyarakat Gresik. Sunan Giri atau Sunan Gresik merupakan peletak dasar pemerintahan di Kabupaten Gresik. Pusat pemerintahan itu dibangun di kawasan Giri Kedaton di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas.

Sunan Giri, kata dia,  membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Dia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

KH Mochtar Jamil menambahkan, masyarakat Gresik perlu menjadikan Sunan Giri sebagai suri tauladan. “Kita sebagai masyarakat Gresik wajib meneladaninya sebagai salah satu penyebar agama Islam yang di makamkan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas,” katanya.

Sementara itu KH Muwafiq juga berpesan kepada jemaah untuk mencintai dan meneladani Sunan Giri. Sebab akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya.(*/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia