Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Limbah di Karangandong Ternyata Milik Perusahaan Baja

08 Desember 2018, 11: 07: 29 WIB | editor : Wijayanto

DIPOLICE LINE: Kabid Pengendalian Pencemaran DLH, Bahtiar Hutabarat saat memeriksa pool transporter  pengangkut limbah Karangadong.

DIPOLICE LINE: Kabid Pengendalian Pencemaran DLH, Bahtiar Hutabarat saat memeriksa pool transporter pengangkut limbah Karangadong. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik terus menyelidiki pemilik limbah yang dibuang di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo. Hasilnya, mereka menduga limbah tersebut berasal dari salah satu perusahaan asal Sidoarjo.

Selain perusahaan pemilik limbah, DLH juga menemukan pemilik lahan yang sengaja menerima limbah untuk digunakan sebagai urukan. Kemudian dua perusahaan trasporter limbah yang tidak berizin serta pengelola jasa pengawalan limbah.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Gresik Baktiar Gunawan mengatakan pihaknya masih mencari tahu siapa pemilik limbah-limbah tersebut. “Indikasinya limbah tersebut merupakan milik perusahaan asal Sidoarjo. Dia perusahaan baja kelas atas yang berlokasi di Waru. Namun kami akan memastikan lagi, sebab polisi kabarnya sudah memeriksa sejumlah saksi atas pembuangan limbah ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, pihkanya belum bisa menyebutkan nama perusahaan pemilik limbah karena belum ada kepastian. “Belum dulu, kami pastikan dulu apakah limbah-limbah tersebut memang milik mereka atau bukan,” tegasnya.

Dikatakan, jika memang benar milik perusahaan yang ada di Sidoarjo maka pihaknya akan menyampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Mereka nanti yang akan menangani.  “Karena lokasnya tidak di Gresik maka kami akan menyampaikan laporan kepada DLH provinsi,” ungkap dia.

Sebelumnya, pembuangan  limbah tersebut nyaris luput dari perhatian warga setempat. Warga awalnya mengira tumpukan limbah B3 jenis slug yang diangkut 5 dump truk adalah pasir hitam. Sebab, lahan tersebut berdekatan dengan pemukiman warga yang tebiasa menguruk lahan dengan pasir hitam.

Namun limbah itu diteliti oleh LSM Forum Peduli Suara Rakyat (FSPR) dan diketahui mengandung racun. Akhirnya, temuan itu dilaporkan FSPR bersama masyarakat setempat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia