Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Hindari Razia Polisi, Kedok Dua Pelaku Curanmor Ini Malah Terbongkar

07 Desember 2018, 17: 08: 57 WIB | editor : Wijayanto

APES: Fathur  dan M. Tinggal  menutupi wajahnya dengan kaos yang dikenakan, kini diproses hukum Polsek Simokerto.

APES: Fathur dan M. Tinggal menutupi wajahnya dengan kaos yang dikenakan, kini diproses hukum Polsek Simokerto. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA -  Razia yang dilakukan polisi di Jalan Pegirikan membuat Fathur, 31, dan M. Tinggal, 23, kelabakan. Kedua pria yang masing-masing tinggal di Desa Pamulan, Camplong, Sampang dan Desa Pasarengan, Kedundung Sampang ini ketakutan lantaran menyembunyikan kunci T sepasang. Mereka merupakan spesialis curanmor yang sudah beraksi di empat TKP di Surabaya.

Keduanya diciduk pada Rabu (28/11). Saat itu, anggota Polsek Simokerto tengah menggelar razia di Jalan Pegirikan. Razia tersebut digelar untuk mengantisipasi pelaku curanmor, sajam hingga narkoba. Setiap kendaraan yang melintas diperiksa, baik kelengkapan surat hingga barang bawaan pengendara. 

“Setelah itu, kami mendapati dua orang yang berboncengan sepeda motor mencoba berputar balik. Seperti ketakutan dengan adanya razia yang kami gelar,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Kamis (6/12).

Masdawati mengatakan melihat gelagat yang mencurigakan, dua orang yang tak lain adalah Fathur dan Tinggal tersebut dikejar hingga berhasil dihentikan. Dari hasil penggeledahan, polisi mendapati adanya barang bukti sepesang kunci T dan sebuah magnet yang disembunyikan di kantong celana milik Fathur. “Kemudian kami bawa barang bukti dan kedua tersangka ke mapolsek untuk konfrontir terkait kunci T tersebut,” terangnya.

Dari sanalah, kedua tersangka mengaku kunci T tersebut hendak digunakan untuk melakukan pencurian sepeda motor. Terhitung kedua tersangka sudah empat kali beraksi di Surabaya yakni di kawasan Tenggilis dan Rungkut. Mereka pun dikeler ke salah satu tempat yang mereka ekeskusi.

“Salah satu TKPnya ada di Jalan Tenggilis Mejoyo KB 17. Di lokasi ini, kedua tersangka mengambil satu unit Honda Vario bernopol L 4011 B,” ujarnya.

Modusnya, kedua tersangka ini berboncengan sepeda motor untuk berkeliling di sejumlah kos atau pemukiman. Sasarannya adalah motor yang terparkir di teras atau depan rumah.

Setelah menemukan target, keduanya berbagi peran. Tinggal bertugas mengawasi situasi sedangkan Fathur mengeksekusi.  “Tersangka Fathur merusak kunci pagar dan merusak kunci stang motor sebelum akhirnya dibawa kabur. Aksi keduanya ini juga sempat terekam CCTV,” tandasnya. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia