Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Penyandang Disabilitas Perlu Peningkatan Karakter

07 Desember 2018, 16: 29: 39 WIB | editor : Wijayanto

PERHATIAN: Para perawat dna orang tua sedang mendampingi pengandang disabilitas.

PERHATIAN: Para perawat dna orang tua sedang mendampingi pengandang disabilitas. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Kegagalan dalam melibatkan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan berakar pada stigma terhadap penyandang disabilitas dari publik dan pemerintah. Untuk itu, perlu mengubah streotipe terhadap penyandang disabilitas. Begitupula sebaliknya, penyandang disabilitas harus dapat meningkatkan kepercayaan diri sehingga mereka mampu bergaul dengan masyarakat luas.

Direktur Grha Husada, dr. Dian Ayu Lukitasari mengatakan fasilitas dan layanan poli tumbuh kembang dan berkebutuhan khusus terus ditingkatkan. Pasalnya, jika diberi kesadaran maka mereka akan tumbuh optimal. Maka, bisa terus berprestasi. “Mindset terhadap penyandang berkebutuhan khusus sekarang sudah berubah,masyarakat lebih awarness terhadapnya,” jelasnya. 

Penanggung jawab tumbuh kembang anak, dr Dwi Kartika Maharani mengatakan tumbuh kembang dan anak berkebutuhan khusus yakni selalui workshop terhadap orang tua dan masyarakat, juga pendampingan secara intensif kepada mereka. “Kami ingin para penyandang disabilitas untuk bisa tetap berkumpul seperti orang pada umumnya, “ucap dia. Dengan demikian, para disabilitas tidak menjadi menutup diri. Mereka mudah bergaul ke masyarakat umum. Bahkan, karakternya sangat kuat sehingga masyarakat membutuhkan mereka meski dalam kondisi cacat.

“Harapannya para disabilitas bisa bergaul dengan masyarakat luas,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya terus memotivasi terhadap para disabilitas untuk tetap bergaul dengan masyarakat. “Bagimana cara bergaul dengan baik masyarakat sekitar terus diajarkan supaya mereka lebih percaya diri,” ungkap Dwi. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia