alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tes SKB CPNS Diwarnai Keterlambatan dan Salah Tempat Peserta

07 Desember 2018, 15: 51: 34 WIB | editor : Wijayanto

ANTRE: Sebelum tes, peserta tes CPNS melakukan registrasi kepada panitia seleksi di Kantor Regional II BKN Surabaya, Kamis (6/12).

ANTRE: Sebelum tes, peserta tes CPNS melakukan registrasi kepada panitia seleksi di Kantor Regional II BKN Surabaya, Kamis (6/12). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Setelah diumumkan lolos dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Pemprov Jatim mulai mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Kamis (6/12). Total peserta yang ikut SKB sebanyak 4.078 orang.

Baca juga: Ikut Orangtua Tahlilan, Dua Bocah Tewas Kesetrum

Dari pantauan di lokasi ada beberapa peserta yang salah lokasi tes, bahkan terlambat. Koordinator Titik Lokasi Kanreg II BKN Surabaya Hariyanto mengatakan, meski sudah diminta datang tepat waktu, masih saja ada peserta yang datang terlambat. Meskipun akhirnya diizinkan masuk. “Sebenarnya kalau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tidak bisa. Karena akan mengganggu sistem yang ada. Namun karena cuma satu orang dan terlambatnya hanya beberapa menit akhirnya kita toleransi,” jelasnya.

Peserta yang ikut tes di Kanreg setiap harinya berjumlah 300. Dan untuk tes ini berlangsung hingga tanggal 9 Desember. Menurutnya, dari peserta yang lolos passing grade dan tes SKD jumlahnya 2.467 orang. Sedangkan peserta sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Permen PAN-RB) Nomor 61 Tahun 2018 sebanyak 1.611 orang. Permen tersebut mengatur tentang peserta yang lolos SKD tapi tidak lulus passing grade.

“Seperti pelaksanaan SKD sebelumnya, peserta diwajibkan melakukan registrasi dahulu sebelum mengerjakan soal berbasis Computer Assisted Test (CAT). Dengan sistem CAT ini, maka peserta bisa langsung mengetahui langsung hasil ujiannya,” katanya saat ditemui Radar Surabaya disela-sela tes, Kamis (6/12).

Hariyanto menuturkan, meski hasil CAT tinggi bukan berarti langsung lolos diterima jadi CPNS. Menurutnya, nilai akhir akan diakumulasikan dengan nilai SKD sebelumnya. “Namun yang memutuskan tetap ada pada Panselnas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah Jatim Danar Andrianto menegaskan, Pemprov Jatim tidak menjadwalkan tes wawancara dan tes psikologi. Menurutnya hal tersebut membutuhkan anggaran terlalu besar. “Selain itu, kami juga dikejar waktu terkait administrasi. Pusat meminta per 1 Januari 2019 nanti sudah tuntas semua prosesnya, termasuk pemberian nomor induk pegawai (NIP),” tegasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP