Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sakit Hati, Mahasiswa S2 Upload Video Bugil 6 Pacar ke Situs Dewasa

07 Desember 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

PORNOGRAFI: Kombespol Frans Barung Mangera (dua dari kanan) dan AKBP Arman Asmara (kanan) menunjukkan screenshot video bugil para mantan pacar tersang

PORNOGRAFI: Kombespol Frans Barung Mangera (dua dari kanan) dan AKBP Arman Asmara (kanan) menunjukkan screenshot video bugil para mantan pacar tersangka. Insert: tersangak M Yusuf. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kelakuan mahasiswa S2 salah satu kampus negeri di Surabaya ini sungguh bejat. M Yusuf, 23, menyebarkan video porno keenam mantan pacarnya di situs dewasa.

Ditreskrimsus Polda Jatim yang mengetahui hal itu melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk tersangka yang warga Gresik.

Tersangka mengakui jika ia yang mengupload video tersebut ke situs dewasa. Polisi pun menyita ponsel milik tersangka, sebuah laptop dan bukti lain terkait kejahatan ITE yang dilakukannya.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, keenam korban yang merupakan mantan pacar tersangka ini tidak ada unsur paksaan saat melakukan adegan di video tersebut.

Hal ini diduga karena saat pembuatan video, tersangka sedang menjalani hubungan asmara dengan para korban.

Namun, setelah tersangka dan korban putus hubungan, baru video ini disebarkan melalui website dewasa.

"Sementara ini tidak ada unsur pemerasan atau yang lain. Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk sekarang ini kami kenakan pasal UU ITE karena mengupload video porno,” terangnya.

Penangkapan tersebut bermula ketika tim cyber melihat ada konten porno yang diupload oleh seseorang di situs dewasa.

Penyelidikan dilakukan dan akhirnya menemukan tersangka sebagai pemilik akun di situs dewasa ini.

Polisi langsung menggerebek tersangka dan mengamankan barang bukti kejahatannya.

“Ada enam video yang diunggah dan wanitanya semua adalah mantan pacar tersangka. Ini masih kami kembangkan apakah ada unsur pemerasan atau memanfaatkan video untuk mengais keuntungan,” tuturnya.

Pengakuan tersangka pada AKBP Arman diketahui, dalam pembuatan video tersebut tersanga meminta langsung ke korban yang masih menjadi pacarnya.

Tersangka tidak menjanjikan apapun, namun tersangka berdalih untuk mengetes rasa cinta korban ke tersangka.

Setelah korban bersedia, tersangka menelepon korban dengan menggunakan video call. “Biasanya menggunakan aplikasi Whatsapp atau Line,” terangnya.

Saat video call ini, tersangka yang mengarahkan korban. Ia meminta korban untuk membuka baju satu per satu hingga akhirnya bugil.

Tidak hanya itu saja, korban juga diminta untuk melakukan arahan gaya yang diminta tersangka. Saat kegiatan tersebut, tersangka sudah siap untuk merekam video kemudian disimpan untuk koleksi.

“Korban tahu jika direkam dan mengiyakan saat itu. Namun, ia tidak tahu jika akhirnya diupload oleh tersangka ke situs porno,” jelasnya.

Untuk pemilihan gaya, satu korban bisa mempraktekkan sampai lima gaya berbeda. Jika korban menolak, maka tersangka mengancam untuk menyebarkan video tersebut.

"Kadang tersangka minta gaya nungging, berdiri hingga duduk. Semua harus dituruti oleh korbannya,” ujarnya.

Tersangka Yusuf mengaku, awalnya hal itu dilakukan untuk kepuasan semata. Sebab, tersangka selama ini memang ketagihan melihat video porno.

Ketika memiliki pacar, ia ingin sang pacar ini mempraktekkan gaya-gaya di video porno yang tersangka lihat tersebut.

“Awalnya untuk kepuasan namun kemudian saya dendam karena diputus sehingga saya upload semua ke situs itu. Saya tidak menerima uang sama sekali murni karena sakit hati,” ujarnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia