Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penyelundupan 40 Kontainer Kayu Merbau Terbongkar

07 Desember 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

HASIL PEMBALAKAN: Petugas menunjukkan kontainer berisi kayu ilegal yang diamankan di sebuah depo kontainer di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (

HASIL PEMBALAKAN: Petugas menunjukkan kontainer berisi kayu ilegal yang diamankan di sebuah depo kontainer di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (6/12). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sebanyak 40 kontainer kayu merbau berhasil diamankan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan (DirPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kayu-kayu ini disita karena tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Ada 34 kontainer disita di dalam depo SPIL Jalan Teluk Bayur, Perak Utara. Sementara enam lainnya sudah dikirim ke dua perusahaan yaitu CV MAR di Pasuruan dan CV SUAI di Gresik. 

Direktur Jenderal Penegakkan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, penggagalan penyelundupan kayu merbau ini selain karena tidak dilengkapi izin juga merugikan negara dari sektor pajak dan pembalakan hutannya. Pihaknya mengaku, sebanyak 40 kontainer kayu yang disita tersebut nilainya setara dengan Rp 12 miliar. Meski begitu, bukan nilainya yang menjadi salah satu acuannya namun lebih pada pelestarian hutan tersebut. “Pelestarian kayu ini lebih kami tekankan bukan masalah jumlah rupiahnya saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengungkapan illegal logging ini bermula ketika ada informasi mengenai pengiriman kayu jenis Merbau dari Sorong, Papua menuju ke Surabaya. Penyelidikan dilakukan oleh tim salah satunya membuntuti kayu ini sejak dari Papua. Kayu tersebut diangkut menggunakan kontainer milik SPIL dengan isi kayu sebanyak 16 meter kubik per kontainernya. “Isinya satu jenis kayu itu. Namun, ukurannya bervariasi dan sudah berupa kayu jadi,” katanya.

Kayu ini berangkat dari Sorong, Papua pada 25 November menggunakan Kapal Hijau Jelita. Hingga akhirnya sampai di Depo SPIL 1 Desember lalu. Pihak DirPPH yang melakukan penyelidikan langsung memeriksa keberadaan kontainer tersebut namun sudah berkurang enam kontainer. Setelah dilakukan penyelidikan, telah dikirim ke dua perusahaan. “Kami masih periksa pemiliknya dan kami kembangkan terus. Apalagi, dalam dokumen pengiriman terlihat jika pemilik barang adalah CV MAR,” katanya.

Kayu Merbau ini merupakan komoditas ekspor Indonesia. Kayu tersebut menjadi salah satu jenis yang digunakan untuk bahan pembuatan meubel. Salah satunya flooring dan biasa diekspor ke Cina maupuan Eropa. Untuk harganya tak tanggung-tanggung untuk per meter kubiknya seharga Rp 8 juta. Ini dikarenakan jenis kayu merbau yang tumbuh di Papua merupakan kayu kelas I. “Kayu dari Papua ini yang terbaik di dunia. Kami masih akan kembangkan kasus ini apakah ada jaringan atau perseorangan. Kami terus perangi illegal logging, kami juga periksa perusahaan yang mengirim kayu ini dari Papua,” tegasnya. (gun/rtn)

(sb/gun/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia