Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Tunjang Daya Tarik Kota Tua dengan Wisata Air

07 Desember 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TERUS DIKEMBANGKAN: Beberapa bangunan tua megah yang berdiri di pinggir sungai Kalimas. Selain kawasan kota tua dan kawasan religi Ampel, Disbudpar ju

TERUS DIKEMBANGKAN: Beberapa bangunan tua megah yang berdiri di pinggir sungai Kalimas. Selain kawasan kota tua dan kawasan religi Ampel, Disbudpar juga akan menambah destinasi wisata air untuk menarik wisatawan. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Kota Surabaya saat ini, sedang bersolek mengembangkan potensi wisata kota tuanya yang sangat otentik dengan bangunan sejarah dan religi. Dalam waktu dekat, lokasi yang berada di kawasan kota tua dan Ampel disulap menjadi tempat wisata menarik. Salah satunya adalah wisata air yang akan tersambung hingga Jembatan Merah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan, wisata sejarah dan religi ini sangat berpontensi bagi kota yang terkenal dengan semanggi Suroboyo-nya ini. Karena memang Surabaya tidak memiliki pemandangan wisata alam yang menarik, sehingga kedua potensi tersebut akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Karena Surabaya ini memiliki nilai historis yang luar biasa, dan itu akan terus kami gali. Pastinya terus kita jaga untuk menarik wisatawan datang ke Kota Surabaya,” kata Antiek saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (6/12).

Dari kedua potensi wisata tersebut, Antiek meyakinkan, jumlah wisatawan akan naik jika dua potensi kota tersebut dikembangkan secara intens. Menurut dia, kedua potensi itu tidak dimiliki oleh daerah lain selain kota Surabaya. Karena memang setiap kota memiliki daya tarik dan konsentrasi berbeda dalam mengembangkan potensi wisatanya.

“Karena Surabaya ini kan kota Pahlawan, dari sisi sejarahnya itu yang kita jadikan upaya menarik wisatawan untuk datang ke Surabaya. Jadi pangsa pasarnya beda setiap kota, konsepnya juga akan menarik lebih banyak wisatawan asing,” jelas Antiek.

Konsep pembenahan kota tua tersebut, Antiek memaparkan, ada beberapa yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Mulai dari segi fasilitas dan penambahan pernak pernik lainnya. Selain pengecatan kampung warna-warni di kawasan Jalan Panggung, Disparta akan memanfaatkan aliran sungai Kalimas untuk wisata air.

Antiek berencana akan menambahkan fasilitas perahu wisata dan dermaga di kawasan Jembatan Merah. Nantinya wisatawan dapat menikmati suasana sungai kota tua dengan melewati aliran sungai, mulai dari Taman Prestasi hingga Jembatan Merah.

“Jadi nanti kami kembangkan lagi untuk penambahan perahunya. Karena semakin banyak fasiltas alternatif transportasi untuk wisata, maka akan semakin menarik. Sekarang saja perkembangan wisata air ini sudah menarik, masyarakat bisa melihat di sepanjang sungai juga sudah dipercantik dengan lampion-lampion dan ornamen lainnya,” jelas Antiek.

Selain penambahan fasilitas wisata air, Antiek juga mengatakan, Disbudpar berencana menambah armada bus untuk transportasi wisata darat. Untuk jumlah penambahan bus tersebut, dirinya masih mendiskusikan usulan itu.

“Semoga nanti ada tambahan bus lagi, jumlahnya masih belum tahu patinya. Masih kami bicarakan lagi,” tutupnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia