Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Polisi Turun Tangani Limbah B3 Karangandong

06 Desember 2018, 23: 59: 12 WIB | editor : Wijayanto

DISIDIK: Iptu Agung Joko Haryono, Kanit Tipiter Polres Gresik (tengah) memeriksa garis polisi pada dump truk pengangkut limbah.

DISIDIK: Iptu Agung Joko Haryono, Kanit Tipiter Polres Gresik (tengah) memeriksa garis polisi pada dump truk pengangkut limbah. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik akhirnya turun tangan mengusut kasus pembuangan limbah berbahaya dan beracun (B3) di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo.

Polisi sudah mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengungkapkan, pihaknya memang sudah menerima laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik terkait dugaan pembuangan limbah pabrik secara ilegal.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Salahsatunya memeriksa saksi untuk mencari tahu pemilik limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) tersebut.

"Sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan dan sudah mengantongi beberpa nama perusahaan yang membuang limbah. Namun, kami belum bisa menyebut secara terperinci," kata AKP Andaru.

Disebutkan, hingga Kamis (6/12) siang, sudah ada empat saksi yang telah dimintai keterangan. Dua orang dari pihak pembeli dan dua orang lainnya transportir.

"Lokasi pembuangan limbah sudah terpasang garis polisi,” tambah peraih Adhi Makayasa Akpol 2009 ini.

Ditambahkan, berdasarkan keterangan saksi, limbah yang menyerupai pasir bercampur besi itu akan diolah kembali. Besinya akan dipisahkan lalu dijual kembali. Sementara pasirnya dibuat pengurukan.

“Kandungannya kami belum bisa pastikan apakah B3 atau tidak. Sementara pabrik atau penghasil limbahnya juga belum kami temukan. Masih dalam proses penyelidikan,” lanjut Andaru.

Sebelumnya, limbah yang diduga B3 ditemukan dibuang di pinggir jalan raya Desa Karangandong, Driyorejo. Keberadaannya dianggap mencemari lingkungan. Baunya sangat menyengat. Bahkan, dapat mencemari sumber air.

Pihak berwajib dan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah mendatangi lokasi. Mereka optimis dapat menemukan pabrik yang sengaja membuang limbah itu.

“Dalam waktu dekat pasti ketemu pabriknya,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Gresik Baktiar Gunawan, Rabu siang. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia