Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Demi Dapur Ngebul, Rela dan Bangga Jadi Simpanan Ustad Gadungan

05 Desember 2018, 05: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Istri zaman now makin kreatif  cari pemasukan. Tak jarang mereka nyambi jadi simpanan orang, demi dapur agar tetap mengepul. Biasanya yang seperti ini gara-gara suami tak becus cari uang. Seperti pasangan Karin, 32, dan Donwori, 36, ini.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Bukannya malu, Karin malah bangga sekali jadi simpanan. Alasannya, ia jadi simpanan bukan orang sembarangan. Melainkan pria yang mempunyai banyak profesi. Ya dosen, nyambi pengusaha sekaligus ustad. Untuk pekerjaan yang terakhir ini, masih harus dipertanyakan dan dikaji lagi. Lha mosok ustad main perempuan. “ Selain sukses, dia ganteng banget, Mbak. Pandangannya menyejukkan hati,” kata Karin saat berada di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (3/12).

Sebelum lanjut bercerita, mari  menyamakan persepsi dulu. Lebih baik kita panggil ustad (versi Karin) ini dengan Donjuan. Habis kelakuannya gak pantas dipanggil begitu. Kesannya kok seperti mendiskreditkan nama baik ustad selama ini.  

Gara-gara perselingkuhannya dengan Donjuan inilah rumah tangga Karin hancur. Pasalnya, ia ketahuan selingkuh. Bahkan, Karin ditangkap basah Donwori saat sedang ngamar dengan Donjuan. Untungnya, aksi penggerebekan yang terjadi pada Karin ini tidak sedrama penggrebekan komedian sensasional Vicky Prasetyo pada istrinya, Angel Lelga yang berujung memalukan diri sendiri itu.

Padahal, Karin mengaku selama ini bermain aman. Tapi ia tak menyangka kalau rupanya, gerak-geriknya dipantau oleh suami. Namun, bukan iso aaaeee kalau ceritanya Karin menyesal selingkuh. Alih-alih sedih, ia selaaw saja.  

Karin bahkan punya pembelaan atas perselingkuhan yang ia lakukan. Perempuan asal Tanah Merah ini mengaku, pemicu utama perselingkuhan ini gara-gara Donwori yang malas bekerja. “Dia gak akan mangkat (kerja, Red) kalau gak tak jongkrokno. Kalau enggak kepepet uang habis, ya milih enak-enakan. Turu-turuan,” keluh Karin.

Karena alasan itulah, Karin memutar otak. Ia yang sedari awal masuk dalam grup qasidah binaan Donjuan, akhirnya nekat memacari bosnya. Dengan cara inilah, job menyanyinya lancar. Pemasukan bulanan pun tak keteteran karena ia dijatah setiap bulannya. Dengan blak-blakan juga, Karin mengaku kalau sudah sering diajak menginap di hotel dengan Donjuan. Biasanya, ia akan pamit dengan alasan ada tanggapan di luar kota.  

Namun, lagi-lagi, Karin tidak merasa kotor. Ia malah bahagia karena hubungan itu  dilandasi rasa cinta, dengan bonus uang tentu saja. “Awalnya dia memang cuma tak buat ladang uang, Mbak. Tapi, kok lama-lama makin cinta,”paparnya, tersipu malu.

Karin menduga, mungkin Donwori sudah mengetahui perselingkuhannya itu sejak lama. Pun juga dengan teman-teman sepanggungnya yang suka nyinyir di belakang. Namun, Karin tak peduli. Toh ia kenyang bukan makan omongan.

“Nah kalau sudah cerai, Mbak, gak minta dijadikan istri kedua?” tanya Radar Surabaya.

“Enggak. Dia gak mau poligami. Aku sih gak masalah, sing penting uang masih lancar,” jawabnya singkat. Jawaban Karin itu meninggalkan keheranan luar biasa pada Radar Surabaya. Kok mau-maunya ya? (*/opi)

 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia