Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bawang Merah Picu Inflasi Bulan November

04 Desember 2018, 18: 37: 31 WIB | editor : Wijayanto

TERPENGARUH CUACA: Saat masuk musim hujan produksi bawang merah sedikit terganggu karena mudah busuk, sehingga harganya naik. Hal ini menyebabkan bawa

TERPENGARUH CUACA: Saat masuk musim hujan produksi bawang merah sedikit terganggu karena mudah busuk, sehingga harganya naik. Hal ini menyebabkan bawang merah memberi kontribusi terhadap terjadinya inflasi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Bulan November 2018 Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, seluruh kota indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Kediri yang mencapai 0,40 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Surabaya, yakni sebesar 0,21 persen. Komoditas utama penyebab terjadinya inflasi ialah bawang merah

Menurut Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, hasil pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan November 2018 di delapan kota IHK Jatim menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. "Hal ini yang mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,27 persen, yaitu dari 132,65 pada bulan Oktober menjadi 133,01 pada bulan November," terangnya di Surabaya, Senin (3/12).

Teguh menambahkan, apabila dilihat dari tren musiman setiap bulan November selama sepuluh tahun terakhir, yakni mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2018, seluruhnya terjadi inflasi. "Biasanya dipicu oleh naiknya beberapa harga kebutuhan pokok akibat perayaan hari besar agama serta menjelang pergantian tahun," tuturnya.

Adapun komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jatim bulan November ialah bawang merah dengan persentase perubahan harga sebesar 12,91 persen, diikuti oleh angkutan udara, dan beras. "Pada bulan November, harga bawang merah mengalami kenaikan disebabkan faktor cuaca yang sudah mulai turun hujan di beberapa daerah. Hal ini membuat bawang merah menjadi lebih cepat busuk yang mengakibatkan kenaikan harga," ujarnya.

Kenaikan ini membuat bawang merah menjadi komoditas utama pendorong inflasi bulan November. Sedangkan kenaikan harga beras juga turut serta menjadi faktor pendorong inflasi. Namun, kenaikan harga beras tidak terjadi pada seluruh jenis beras, namun hanya terjadi di beberapa jenis beras kualitas rendah.

Teguh menambahkan, komoditas-komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan November ialah bensin, tarif kereta api, telur ayam ras, daging ayam ras, mujair, rokok kretek filter, dan rokok kretek.

"Komoditas bensin merupakan komoditas yang menjadi pendorong utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jatim dengan persentase perubahan harga sebesar 0,69 persen," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia