Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Cabuli 2 Murid, Guru Bimbel Bertitel Panjang Ini Dihukum 7 Tahun

04 Desember 2018, 07: 42: 13 WIB | editor : Wijayanto

KEDOK: Terdakwa H.R.A.S Ulla Abdul Muiz, W.A.S.Psi. S.Pd. M. PSI. Ph.D. di PN Surabaya.

KEDOK: Terdakwa H.R.A.S Ulla Abdul Muiz, W.A.S.Psi. S.Pd. M. PSI. Ph.D. di PN Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Terdakwa Ulla Abdul Muiz, 32, diganjar hukuman berat oleh majalis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (3/12). Pria yang tinggal di Jalan Kedung Rejo II, Benowo, Surabaya itu divonis tujuh tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua anak didiknya. 

Sidang putusan terhadap guru bimbingan belajar ini digelar di Ruang Sari 2 PN Surabaya. Dengan mengenakan kopyah putih, terdakwa mendengarkan amar putusan dari ketua majelis hakim Anton Widyopriyono.

Dalam putusannya, terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 76E jo Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

"Menyatakan terdakwa Ulla bersalah dan terbukti melakukan tindak pidana pencabulan. Untuk itu majelis menghukum terdakwa dengan tujuh tahun penjara," ungkap ketua majelis hakim, Anton Widyopriyono. 

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 100 juta atau jika tak mampu membayar bisa diganti dengan hukuman kurungan selama empat bulan (subsidair). Atas putusan itu, baik terdakwa dan jaksa penuntut umum Duta Melia menyatakan menerima. 

Vonis yang dijatuhkan kepada Ulla lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya. Pada sidang minggu lalu, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 10 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atau bisa diganti dengan kurungan selama setahun (subsidair).

Meski menerima putusan hakim, namun terdakwa Ulla terlihat lunglai dan gontai saat meninggalkan ruang sidang. Ia tampak menyesali perbuatannya. Tak ada satu kata pun terlontar dari mulutnya ketika ditanya sejumlah wartawan terkait dengan putusan yang diterimanya. Dia lebih memilih berlalu.

Untuk diketahui, Ulla ditangkap tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya pada 10 Juli 2018 lalu. Ulla mencabuli dua murid laki-lakinya saat belajar di lembaga bimbingan belajar milik terdakwa.

Agar korban tak menolak, guru matematika ini mengatakan jika proses pencabulan itu merupakan salah satu ritual rukyah untuk mengusir makhluk halus di tubuh korban.

Uniknya meski hanya tamatan SMA, namun untuk menyakinkan para orang tua terkait pendirian bimbel yang ia asuh, Ulla memalsukan titel pendidikannya hingga menjadi deretan panjang. Sehingga di kartu namanya tertera gelar H.R.A.S Ulla Abdul Muiz, W.A.S.Psi. S.Pd. M. PSI. Ph.D. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia