Senin, 21 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Dikhawatirkan Disalahgunakan untuk Pemilu

Ribuan Data Ganda akan Hambat E-KTP

04 Desember 2018, 00: 26: 51 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

SIDOARJO - Data kependudukan yang ganda di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 337 ribu. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) pun harus menyelesaikan penghapusannya agar masyakat bisa mendapatkan e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Medi Yulianto mengakui tingginya angka data ganda tersebut. Pihaknya menemukan data ganda setiap harinya bisa mnencapai 150 hingga 200. Hal itu diketahui saat proses pencetakan e-KTP yang gagal. E-KTP tidak bisa dicetak karena penduduk masih tercatat di daerah lain.

Medi menjelaskan, dalam sistem pencetakan e-KTP, jika ada data ganda, otomatis tidak akan tercetak. "Harus ada satu yang dihapus," katanya, Minggu (2/12).

Proses penghapusan tersebut dilakukan oleh Dispendukcapil. Warga yang memiliki dua alamat akan diminta untuk memilih salah satu. Namun akan berbeda jika alamatnya berada di luar daerah. Dispendukcapil harus mengajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penyebab adanya data ganda tersebut karena warga tidak melaporkan kepindahannya. Ketika pindah datang langsung melakukan perekaman e-KTP. Sehingga data yang ada di kota/kabupaten asal belum terhapus.

Medi berjanji pihaknya akan membersihkan data ganda ini dalam waktu dekat. Sebab, tahun depan dilaksanakan pemilihan umum (pemilu). Pembersihan data ganda sangat penting untuk mencegah adanya kecurangan.

Nantinya setiap bulan ada data ganda yang akan dibersihkan. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia