Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Surabaya Unggulkan Pengelolaan Taman dan Sampah di Guangzhou Award

03 Desember 2018, 23: 46: 17 WIB | editor : Wijayanto

CANTIK: Suasana temaram senja di Jembatan Ujung Galuh yang menghubungkan kawasan Ngagel dan Dinoyo, Surabaya. Keindahan jembatan ini kian terlihat sei

CANTIK: Suasana temaram senja di Jembatan Ujung Galuh yang menghubungkan kawasan Ngagel dan Dinoyo, Surabaya. Keindahan jembatan ini kian terlihat seiring mekarnya bunga-bunga dengan warna senada di kawasan tersebut. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kota Surabaya kembali mengangkat nama Indonesia di ajang International. Kali ini, Kota Pahlawan berpartisipasi di Guangzhou International Award, untuk kategori Urban Innovation 2018.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal mempresentasikan program 3R (reduce, reuse, recycle)-nya. “Program 3R, tidak hanya dapat mengurangi sampah. Tapi, juga dapat merubah mindset (pola pikir, Red) warga dalam menangani sampah. Seperti bus Surabaya, bayarnya kan pakai sampah,” jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser.

Sistem pengolahan sampah 3R, sudah dilakukan sejak lama. Seperti yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Di tempat tersebut, sampah dari warga, diolah sehingga dapat menimbulkan aliran listrik. Berkat partisipasi warga yang bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Rencananya program 3R tersebut, akan dipresentasikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (6/12).  di Surabaya di Guangzhou International Award. Sedangkan malam penghargaannya, digelar keesokan harinya, Jumat (7/12).

Selain dinilai sukses dalam pengelolaan sampah, Kota Surabaya juga terus berbenah. Termasuk terus mempercantik wajah kota dengan taman-tamannya yang indah.

Penilaian juara Guangzhou International Award kategori Urban Innovation, tidak hanya dari presentasi yang disajikan. Juga ada penilaian secara voting yang dilakukan secara online. Oleh sebab itu, Fikser, meminta bantuan seluruh warga Surabaya, bahkan Indonesia.

“Saya minta tolong kepada warga Surabaya untuk nge-vote Surabaya. Tidak hanya Surabaya, juga seluruh masyarakat Indonesia. Karena persaingan vote ini sangat sengit,” tuturnya.

Dari 14 pesaing Kota Surabaya di Guangzhou International Award, dua kota dari tuan Rumah, China merupakan pesaing terberat. Menurut Fikser, saat pembukaan voting, Surabaya sempat berada di posisi puncak. Tapi dalam hitungan jam berganti Kota Yiwu dan Kota Wuhan.

 “Beberapa hari lalu, Surabaya sempat nomer satu. Terus disalip sama Yiwu dan Wuhan,” tambahnya.

Masyarakat Indonesia patut berbangga dengan partisipasi Surabaya di Guangzhou Award. Selain menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. 14 kota yang berpartisipasi, berasal dari berbagai negara maju, seperti Australia, Italy, Russia, bahkan Amerika Serikat.

Untuk mengajak masyarakat Indonesia melakukan vote, Risma-sapaan akrab Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari ngevlog di media sosial untuk menarik warga agar ngevote, serta menginformasikan tentang partisipsi Surabaya di ajang Guangzhou International Award 2018. (tra/rud)

(sb/tar/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia