Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ingin Narik Ojek Online, Curi Motor, ABG Ini Malah Dimassa

30 November 2018, 18: 20: 46 WIB | editor : Wijayanto

SALAH JALAN: Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati menginterogasi BHR.

SALAH JALAN: Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati menginterogasi BHR. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Niat baik BHR, 17, untuk membantu mencari nafkah justru berujung pada tindakan kriminal. Merasa kasihan dengan kondisi ibunya yang kekurangan, pemuda yang tinggal di Jalan Sidotopo Wetan Baru 5 Surabaya ini nekat mencuri sepeda motor.

Rencananya, motor yang dicuri dari rumah di Jalan Ngaglik No 50 C tersebut hendak digunakannya untuk mencari nafkah dengan menarik ojek online (ojol). Namun, niat itu tak terlaksana karena dirinya malah tertangkap polisi setelah dihajar massa yang memergoki ulahnya. 

Curanmor yang dilakukan BHR dilakukan pada Rabu (28/11). Meski berhasil mencuri motor Honda Vario nopol L 3596 DT milik Faisal, 20, namun ia gagal saat mencoba kabur.

Aksinya terhenti setelah dia terjebak macet di perlintasan kereta api di Jalan Ngaglik. BHR bahkan sempat dihajar massa sebelum akhirnya diamankan anggota Polsek Simokerto. 

Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih mengatakan, BHR sendirian dalam menjalankan aksinya. Dia mencuri motor yang sedang diparkir di depan rumah. Untuk mempermudah aksinya, dia mengunakan kunci palsu. 

"Tersangka mencoba satu per satu motor yang ia temui. Setelah percobaan yang ketiga, tersangka berhasil menghidupkan motor milik korban dengan kunci palsu tersebut," ungkap Kompol Masdawati, Jumat (30/11). 

Namun saat bergegas kabur menggondol motor curiannya, BHR malah dipergoki korban dan diteriaki hingga dikejar oleh sejumlah warga. Sial, saat melintas di perlintasan kereta api Jalan Ngaglik, pelariannya terhenti karena kondisi jalan macet akibat banyak kendaraan yang berhenti menunggu KA lewat.

Saat itulah BHR tertangkap massa yang mengejarnya dan dihajar sebelum diserahkan ke polisi. "Kasihan ibu saya bekerja sendirian. Saya ingin membantunya dengan narik ojol. Tapi saya tak punya kendaraan," terang ABG yang tubuhnya penuh tato ini. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia