Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Stabilisasi Harga Jelang Nataru, Dinas Perdagangan Monitoring Harga

30 November 2018, 17: 19: 23 WIB | editor : Wijayanto

MASIH STABIL: Pedagang daging ayam sedang melayani pelanggan di Pasar Keputran, Surabaya. Dinas Perdagangan Surabaya terus melakukan monitoring harga

MASIH STABIL: Pedagang daging ayam sedang melayani pelanggan di Pasar Keputran, Surabaya. Dinas Perdagangan Surabaya terus melakukan monitoring harga bahan pokok di pasaran jelang Natal dan Tahun Baru 2019. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, harga bahan pokok di pasar-pasar Surabaya masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widiyati mengatakan, timnya sudah menindak pedagang yang sudah berlaku ‘nakal’.

“Jadi ketika kita (Dinas Perdagangan Surabaya, Red) monitoring ke pasar-pasar, kita sudah suruh pedangan (bahan pokok, Red) bertindak ‘nakal’ yang menaikkan harga untuk menurunkan harga sesuai HET,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (27/11).

Sidak tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa oknum yang sudah menaikkan harga bahan pokok, seperti ayam. Padahal, melaui koordinasi yang dilakukan dengan beberapa dinas terkait dan peternak, harga jual masih tetap.

“Karena kita pantau juga di peternak, dan sebagainya. Harga masih ok, masih stabil,” kata Wiwiek.

Harga ayam broiler belum terjadi kenaikan, masih sesuai dengan HET di angka Rp 33.429 per kilogram. Begitu juga dengan harga telur ayam broiler, yang masih di angka Rp 22.071 per kilogram. Harga tersebut sudah sesuai jika ditinjau dari peternak.

Setelah melakukan komunikasi dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), stok beras dalam jumlah aman. Sehingga, HET beras kelas premium seharga Rp 11.929 ribu dan medium Rp 9.400 ribu.

“Di pasar kita cek, nggak ada masalah (kenaikan harga beras, Red),” tuturnya. 

Wiwiek mengatakan, Dinas Peradangam Kota Surabaya terus melakukan monitoring harga di pasar-pasar yang menjadi sektor pusat perekonomian, seperti, pasar Genteng, Soponyono, dan sebagainya. Pantauan terhadap barang pokok tersebut akan terus dilakukan menjelang dua momen akbar, yakni tahun baru dan Natal. Selain itu, harga LPG juga akan dipantau. Pasalnya, benda tersebut juga menjadi termasuk bahan pokok.

“Sampai kita juga monitoring terhadap LPG. Jadi LPG juga termasuk bahan pokok penting,”ujarnya.

Dengan dilakukan monitoring ini, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya kenaikan harga barang pokok. Selain itu, para perdagang juga diharapkan menjual barang sesuai dengan harga yang ditetapkan. (tra/nur)

(sb/tar/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia