Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasar Apartemen di Surabaya Terdongkrak Gaya Hidup

30 November 2018, 17: 13: 10 WIB | editor : Wijayanto

HUNIAN VERTIKAL: Sejumlah apartemen yang berada di kawasan Surabaya Timur. Pertumbuhan property khususnya apartemen di Surabaya, tumbuh secara cepat.

HUNIAN VERTIKAL: Sejumlah apartemen yang berada di kawasan Surabaya Timur. Pertumbuhan property khususnya apartemen di Surabaya, tumbuh secara cepat. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pasar properti seperti apartemen di Surabaya diperkirakan akan semakin bagus pada masa mendatang. Selain terdongkrak ada perubahan gaya hidup khususnya anak-anak muda, juga makin mahalnya harga landed house di Surabaya. 

Direktur Senior PT Ciputra Development Tbk, Sutoto Yakobus mengatakan, kedepan tinggal di apartemen akan semakin menjadi trend khususnya di kota besar seperti Surabaya. Pasalnya, kebutuhan hunian akan semakin besar sementara jumlah rumah yang tersedia semakin terbatas.

“Sebab itu, apartemen akan menjadi pilihan menarik. Sebab selain harganya masih terjangkau juga fasilitasnya bisa dibilang cukup lengkap,” kata Sutoto Yakobus. Dikatakan, saat ini kebutuhan apartemen akan semakin tumbuh. Jumlah profesional muda dan pengusaha muda semakin banyak. Mereka ingin tinggal di kota dengan fasilitas yang memadai khususnya yang berkaitan dengan lifestyle.

“Namun tidak semua apartemen diserap pasar dengan baik. Selain harganya, juga mungkin lokasi dan track record developer-nya. Sekarang konsumen semakin jeli dan berhati-hati. Yang paling laris saat ini yang  harganya dibawah satu miliar rupiah namun memiliki fasilitas yang lengkap,” tambahnya.

Di bagian lain, Vice Presiden & COO PT Intiland Development Tbk Sinarto Dharmawan mengaku, konsep hunian kedepan di kota besar memang mix-used. Artinya, dalam satu komplek ada hunian, komersial area, office dan juga tempat hiburan. Sehingga semua kebutuhan sudah terpenuhi dalam satu komplek.

“Apalagi jumlah lahan yang tersedia di kota semakin terbatas sehingga fungsi lahan harus dioptimalkan. Harganya semakin mahal. Yang paling pas konsep mix-used. Selain ada apartemen, office , komersial space juga ada ruang untuk hiburan. Jadi kebutuhan sudah terpenuhi dalam satu tempat,” kata Sinarto Dharmawan.

Sedangkan Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jawa Timur Rudy Sutanto menyebut, sepanjang tahun ini jenis properti yang paling diminati oleh investor maupun end user masih tetap landed house, yang harganya berkisaran di angka Rp 500 sampai dengan Rp 1 miliar.

Sedangkan untuk highrise building, yang diminati investor berada di angka Rp 300 juta sampai kisaran Rp 500 juta untuk tipe studio maupun 1 bedroom. "Kalau end user biasanya beli apartmen yang sudah ready atau secondary karena langsung mau dipakai," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Danny Wahid menyebut saat ini ada pergeseran tren bisnis properti sepanjang tahun 2018. Seperti para pengembang cenderung agresif menjual rumah dengan luas kecil, sekitar 70 meter persegi. "Ini cenderung lebih cepat laku karena banyak dicari," imbuhnya. (fix/cin/rud)

(sb/fik/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia