Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Tak Capai Target Lifting, Pertamina EP Evaluasi Pola Produksi

30 November 2018, 16: 52: 29 WIB | editor : Wijayanto

KEJAR TARGET: Pertamina EP tahun terus berupaya mengejar target lifting minyak dan gas dengan sejumlah strategi.

KEJAR TARGET: Pertamina EP tahun terus berupaya mengejar target lifting minyak dan gas dengan sejumlah strategi. (ISTIMEWA)

GRESIK - PT Pertamina EP akan mengevaluasi pola produksi, menyusul belum terealisasinya target lifting tahun ini. Salah satunya adalah mendata sumur yang bisa langsung dieksploitasi pada awal 2019 mendatang.

Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengatakan, pola strategi yang disiapkan di antaranya memenuhi semua proses perizinan dan pembebasan hingga mendata sumur-sumur yang bisa langsung dibor awal tahun.

“Kami ingin mulai 1 Januari 2019 sudah ngebor. Biar saja orang lain masih prepare, kami upayakan langsung kerja,” tegas Nanang.

Dijelaskan, tidak tercapainya target lifting dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya adanya gap antara strategi dan implementasi di lapangan. “Startegi dan implementasi di lapangan kurang berjalan baik. Banyak masalah sehingga dari yang awalnya awal tahun sumur bisa berproduksi mundur hingga kuartal II baru menghasilkan. Bahkan ada sumur yang sudah memasuki Semester II baru bisa diproduksi,” jelasnya.

Ditambahkan, sikap agresif di awal tahun, diyakini sebagai langkah jitu dalam merealisasikan target lifting. Kendati demikian dia menyadari biaya yang timbul baru bisa dicairkan pada awal tahun.

“Itu sudah menjadi resiko kami karena anggaran belum diputuskan. Tapi tidak jadi masalah. Yang pasti kami mentargetkan pada Semester I/2019 target lifting sudah terealisasi minimal 60 persen,” tandasnya.

Di tempat yang sama Direktur Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Fatariani Abdurrohman mencatat, sepanjang 2018 ada enam KKKS tidak mencapai target lifting.

Mereka adalah Chevron Indonesia yang hanya mencapai 210.839 bph, dari target 213.551 bph. PT Pertamina EP 78.485 bph, sementara targetnya 85.869 bph. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sebesar 43.193 bph, sementara targetnya 48.271 bph.

Kemudian, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd sebsar 29.580 bph, targetnya padahal 33.000 bph. Ada juga Medco E&P Natuna sebesar 17.017 bph. Padahal targetnya 18.600 bph. Terakhir, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu sebesar 10.262 bph, padahal targetnya 10.366 bph.

“Kami sudah jewer Pertamina EP agar dievaluasi kinerjanya salah satunya dengan menawarkan alternatif tekhnologi. Mereka mau, semoga tahun 2019 target lifting bisa tercapai,” ujarnya.

Fatar memaklumi tidak tercapainya target lifting PT Pertamina EP dikarenakan kondisi lapangan migas yang tua. Hal ini otomatis mempengaruhi kinerja produksi. Oleh sebab itu diperlukan upaya optimalisasi lapangan agar penurunan produksi tidak terlalu tajam. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia