Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Tak Terima Nilainya Terlalu Besar

DPRD Ngotot Kepras Tunjangan Tambahan PNS

28 November 2018, 16: 35: 50 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso

Ketua Komisi I DPRD Gresik Edi Santoso (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Komisi I DPRD Kabupaten Gresik ngotot untuk mengepras anggaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka beralasan, TTP yang diterima PNS nilainya terlalu besar. Terutama untuk eselon II.“Antara eselon II, eselon III dan pejabat di bawahnya nilainya tidak seimbang. Yang eselon II kami nilai terlalu besar,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Edi Santoso.Namun, dari hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gresik dan Tim Anggaran (Tim-Ang) Pemkab Gresik anggaran untuk TTP tetap sama seperti tahun ini yakni Rp 98 miliar.“Angka ini belum final, kami masih terus mengusulkan agar TTP PNS dilakukan pengurangan serta perubahan skema untuk masing-masing eselon,” kata dia.Menurut dia, pemotongan TTP PNS dinilai wajar lantaran keberadaan tunjungan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan kinerja. Sesuai dengan tujuan awal, TTP PNS seharusnya bisa memberikan motivasi PNS untuk bekerja. “Tidak ada pengaruhnya, selama tiga tahun TTP diberikan, lebih baik kami berikan untuk honor guru swasta dan guru negeri,” ungkap dia.

Untuk nominalnya sendiri, lanjut Edy, pihaknya masih melakukan perhitungan. Kisarannya bisa mencapai 50 persen dari yang diterima saat ini. “Kalau tahun 2018 nilainya sekitar Rp 97 miliar, maka tahun depan kemungkinannya tinggal Rp 48 miliar saja,” terang dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia