Kamis, 21 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

BI Dorong UMKM Kantongi Sertifikasi Halal

27 November 2018, 18: 34: 47 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG: Perajin menata minuman olahan bunga rosella di salah satu UMKM di Surabaya.

BERKEMBANG: Perajin menata minuman olahan bunga rosella di salah satu UMKM di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur mengungkapkan bahwa sekitar 45 persen usaha UMKM di Jatim kini sudah mengantongi sertifikasi halal dari MUI.

Mewakili Forum UMKM Jatim Oscar menyampaikan, jumlah tersebut pun masih terbilang lebih baik, sebab sebelumnya tidak sebesar ini. "Kok sertifikasi halal, izin produksi saja ada yang belum punya," ujarnya di Surabaya, senin (26/11).

Berdasarkan fakta tersebut, Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Jawa Timur bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) memberikan sertifikasi halal untuk 100 UMKM Jatim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, sertifikasi halal ini dibutuhkan sebagai jaminan produk saat jatuh ke konsumen. Apalagi barang tersebut diekspor ke mancanegara.

"Ini merupakan kepedulian BI terhadap UMKM di Jatim. Untuk pemberian sertifikasi halal ini untuk sementara hanya untuk 100 UMKM di tahun ini. Dan saat ini masih di angka 80-an. Dan masih ada jatah atau kuota, silakan daftarkan ke BI," tegas Difi.

Ia menambahkan, untuk pengurusan sertifikasi tersebut dijamin gratis dan prosesnya cepat. Untuk itu, diharapkan para pelaku UMKM agar memanfaatkan momen baik ini.

"Sertifikasi ini merupakan salah satu agenda Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 mendatang di Surabaya. Dan untuk tahun depan kami akan buka pendaftaran di ajang ISEF," imbuh Difi.

Kegiatan ISEF 2018 akan berlangsung pada tanggal 11-15 Desember 2018 di Grand City Convention Hall & Exhibition Center Surabaya. Terdapat dua kegiatan besar dalam ISEF yaitu Sharia Forum dan Sharia Fair.

"Pada tahun 2018, kami ingin ISEF menghasilkan produk yang konkret untuk membangun infrastruktur ekonomi syariah, khususnya di Jawa Timur," paparnya.

Selain pendaftaran sertifikasi halal, pada ISEF 2018 juga akan tersedia pendaftaran nadzir (pengelola wakaf) bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia.

"Wakaf sekarang tidak hanya lagi terkait tanah, namun juga bisa wakaf uang. Memperhatikan tren wakaf yang terus meningkat, maka kebutuhan nadzir pun juga meningkat," tutur Supriyadi dari Badan Wakaf Indonesia Jawa Timur.

Tren wakaf yang terus meningkat ini tak lepas dari peran perbankan. "Wakaf itu mudah. Syariah pun juga telah menjadi lifestyle. Saat ini, masyarakat bisa dengan mudah berwakaf melalui aplikasi yang disediakan perbankan," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia