Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pakai Ranking, Kelulusan Guru Honorer K2 Naik

27 November 2018, 16: 11: 38 WIB | editor : Wijayanto

NAIK: Sistem ranking yang ditetapkan BKD Gresik menjadikan banyak guru honorer K2 luilus SKD.

NAIK: Sistem ranking yang ditetapkan BKD Gresik menjadikan banyak guru honorer K2 luilus SKD. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kebijakan perankingan yang ditetapkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik memberikan angin segar kepada para Guru K2. Pasalnya, setelah menggunakan system baru tersebut angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk lowongan guru K2 mengalami kenaikan dua kali lipat.

Dari data yang berhasil dihimpun, setelah pemerintah menerapkan system ranking, jumlah kelulusan guru K2 naik menjadi 28 orang dari sebelumnya hanya 10 orang. Sehingga hanya ada 3 orang saja guru K2 yang gagal.

“Total kuota guru K2 yang kami dapat ada 34. Dan yang mendaftar hanya 31 orang. Dari jumlah tersebut saat menggunakan system lama hanya 10 orang yang lulus. Namun setelah pakai perankingan yang lulus naik jadi 28 orang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Informasi, Data dan Pengembangan BKD Kabupaten Gresik Reza Pahlevi.

Menurut dia, untuk tiga orang guru K2 yang tidak lulus pihaknya belum bisa menyampaikan hal tersebut. Nanti, untuk pengumuman hasil SKD dan hasil perankingan akan disampaikan langsung Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). “Pusat nanti yang umumkan melalui laman web milik mereka,” ungkap dia.

Sebelumnya, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatus Sipil Negara-Reformasi Birokrasi (PermenPan-RB) 61/2018 BKD memastikan passing grade yang sebelumnya dipatok 298 diturunkan menjadi 255. Sehingga, bagi peserta yang sebelumnya tidak memenuhi passing grade masih memungkinkan untuk bisa lolos mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Ditambahkan, untuk pelaksanaan tes SKB sendiri rencananya akan dilakukan pada 1-4 Desember mendatang. Namun, kepastian jadwal tes SKB juga masih menunggu dari Panselnas. "Info sementara memang 1 sampai  4 Desember. Tapi selama Panselnas belum mengumumkan secara resmi maka kami belum bisa  memastikan," katanya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia