Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Psoriasis Bukan Penyakit Menular

26 November 2018, 18: 32: 02 WIB | editor : Wijayanto

SINAR UV: Sita, mendapatkan perawatan sinar Narrow Band Ultraviolet B, yang digunakan untuk penyembuhan Psoriasis di klinik Skin Centre Surabaya.

SINAR UV: Sita, mendapatkan perawatan sinar Narrow Band Ultraviolet B, yang digunakan untuk penyembuhan Psoriasis di klinik Skin Centre Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Stigma yang muncul di masyarakat, penyakit psoriasis sama halnya dengan penyakit kulit yang dapat menular. Akibat stigma buruk tersebut, banyak penderita psoriasis kerap mengalami stress akibat tekanan dari luar. Faktanya, penyakit ini merupakan penyakit autoimune yang tidak bisa disembuhkan, tapi juga tidak menular pada orang lain.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Surabaya Skin Center, dr. Ni Putu Susari menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, 50 persen penderita penyakit ini mengalami stres. Padahal, adanya stress ini juga menyebabkan peradangan pada psoriasis sendiri. Peradangan ini merangsang sel T untuk berkembang. Sel inilah yang menghasilkan sel kratinosit.
“Dalam keadaan normal, kulit akan meregenerasi selama 21 hari sekali, namun pada penderita psoriasis pergantian ini makin cepat, akhirnya numpuk sel kulitnya sehingga menyebbkan peradangan,” paparnya saat ditemui di kliniknya.

Penyakit ini umumnya yang ditandai dengan ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, terasa kering, dan bersisik. Tanda-tanda tersebut juga terkadang disertai rasa gatal atau perih. kondisi ini biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala.

Penyakit psoriasis tidak bisa dianggap remeh. Karena jika terus menerus dibiarkan akan menyebabkan gangguan sistemik seperti pada sendir dan penyakit metabolik lain seperti diabetes dan penyakit kardiovaskuler atau jantung.

Meski tidak bisa disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan sesuai dengan tingkat keparahan inflamasi dan kualitas hidup pasien. Untuk psoriasis ringan dapat dilakukan dengan pengobatan topikel atau obat oles dan pelembab.

Sementara untuk psoriasis sedang dan berat dapat dilakukan dengan terapi topikal, pelembab dan obat oral maupun injeksi. Selain itu, juga bisa diobati dengan pengobatan fototerapi yaitu terapi sinar dengan narrow band ultraviolet B (NB-UVB).

Dr Ni Putu Susari menjelaskan pengobatan tersebut diyakini efektif untuk menekan sel inflamasi sehingga dapat mereda. “ Dengan terapi ini dapat menghilangkan lesinya (sisik,Red). Terapi ini, lanjutnya akan semakin maksimal jika dikombinasikan dengan beberapa terapi lain," katanya. (is/nug)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia