Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sekarang, Bikin e-KTP Tidak Perlu Rekom Desa

24 November 2018, 12: 05: 39 WIB | editor : Wijayanto

LEBIH MUDAH: Sejumlah warga mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dispendukcapil Gresik.

LEBIH MUDAH: Sejumlah warga mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dispendukcapil Gresik. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Pengurusan dokumen administrasi kependudukan kini semakin mudah. Sebab, pemerintah kini menghapus sejumlah persyaratan pengajuan dokumen kependudukan.

Salah satunya, syarat pengantar desa untuk pengurusan elektronik KTP (e-KTP). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) 96/2018 tentang Pencatatan Kependudukan Sipil. Sesuai aturan baru tersebut, pengurusan E-KTP tidak perlu lagi surat pengantar dari RT/RW dan desa. Cukup dengan membawa fotocopy kartu keluarga (KK).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik Khusaini mengatakan aturan baru tersebut pada intinya mengatur tentang kemudahan dalam penguruasan dokumen pribadi. "Jelas lebih mudah ketimbang aturan lalu, jika sebelumnya harus ditandatangani kelurahan maupun desa, sekarang bisa langsung datang ke dinas," ujarnya.

Menurut dia, aturan tersebut tidak hanya berlaku pada pengurusan E-KTP saja. Melainkan, penguruasan beberapa dokumen lain. Seperti, pembuatan KK, perubahan KK, penganti KK hilang, dan penerbitan kartu identitas anak.

Namun, menurut Khusaini pengurusan dalam jangka waktu cepat bisa dilakukan dalam  pengurusan KK dan e-KTP. “Untuk pengurusan KK dan e-KTP bisa langsung sehari jadi, asalkan datang di waktu pagi. Jika datang di waktu sore, otomatis besok baru jadi. Asalkan seluruh dokumennya lengkap," ungkap dia.

Agar lebih mengoptimalkan progam tersebut, dia mengaku kerap melakukan sosialisasi  terhadap masyarakat. Hal itu bertujuan peraturan baru tersebut informasinya cepat diterima oleh masyarakat.

"Kita gencar sosialisasi soal Perpres-nya. Ini lebih mudah dan akan meningkatkan pelayanan masyarakat karena masyarakat juga semakin efisien tidak perlu bolak-balik ke desa atau kelurahan," imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia