Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Kejar Waktu, DPUPR Kebut Jalan Beton dan Normalisasi Sungai

24 November 2018, 11: 47: 51 WIB | editor : Wijayanto

NORMALISASI: Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan (kiri) bersama pelaksana proyek Eko Suprihatin memantau pengerukan Sungai Buntung di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Jumat (23/11).

NORMALISASI: Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan (kiri) bersama pelaksana proyek Eko Suprihatin memantau pengerukan Sungai Buntung di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Jumat (23/11). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pembangunan fisik dan infrastruktur dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bulan depan, seluruh pembangunan harus tuntas. Mulai dari jalan beton hingga normalisask sungai.

Pmbangunan 34 ruas jalan beton hingga saat ini belum tuntas 100 persen. Salah satunya di Jalan Raya Kludan, Tanggulangin. Sungai Buntung juga dilakukan normalisasi. Pengerjaan tersebut sudah berjalan sejak awal November 2018.

Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan mengatakan, dalam waktu satu bulan seluruh pekerjaan tersebut harus selesai. Untuk mempercepat pekerjaan jalan beton, pihaknya sudah menggelar evaluasi. Hasilnya, dari 34 ruas yang dibangun tahun ini, sebanyak 70 persen tuntas. "Sisanya kami percepat," ujarnya.

Dua langkah percepatan pun disiapkan. Pertama, kontraktor diminta menambah waktu pekerjaan. Pembangunan jalan dikerjakan pagi dan malam. Jumlah pekerja juga ditambah agar bisa kerja dengan sistem sif.

Kedua, dengan menutup total jalan. Seperti pekerjaan di jalan Raya Kludan, Tanggulangin. Kendaraan yang melintas dialihkan menuju jalan Boro. Jalan itu bersebelahan dengan jalan raya kludan.

Dengan langkah percepatan tersebut, jalan beton ditargetkan selesai minggu ketiga bulan depan. Bagi kontraktor yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan, pemkab akan memberikan sanksi. Berupa blacklist atau masuk catatan hitam.

Sedangkan untuk normalisasi Sungai Buntung, Dinas PUPR meminta kontraktor menambahkan alat berat. Dari hasil sidak kemarin, Kabid Bina Manfaat Bambang Tjatur mengatakan, pekerjaan pengerukan belum selesai.

Menurut Bambang, sedimentasinya sudah sangat tinggi. Sungai yang semula lebarnya mencapai 15 meter hingga 20 meter mengecil sampai 10 meter. "Selain itu sampah juga banyak," paparnya. Bambang menambahkan, jumlah alat berat yang dibutuhkan mencapai 3-4 unit. Sehingga bisa selesai akhir tahun. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia