Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sabu Bapak-Anak Dipasok Napi Lapas Madiun

23 November 2018, 19: 13: 44 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Setyo Yudianto dan narkoba yang disita dari dalam tasnya.

BARANG BUKTI: Setyo Yudianto dan narkoba yang disita dari dalam tasnya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tersangka Setyo Yudianto, 45, warga Jalan Petemon III, Kecamatan Sawahan mengaku ke polisi jika sabu dan pil happy five yang dibawanya merupakan titipan seseorang bernama Yuli. Ia tak lain adalah teman tersangka sekampung sewaktu kecil.

“Sekarang Yuli mendekam di Lapas Madiun karena kasus narkoba. Tapi keterangan ini masih kami selidiki,” terang Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Agus Widodo.

Tersangka yang tertangkap menyimpan sabu atas pengakuan anaknya yang juga menjadi pemakai sabu ini mengaku mendapat narkoba dari Yuli dengan cara diranjau. Lokasi terakhir ia diminta mengambil narkoba di bawah tiang listrik Jalan Raya Kandangan, Benowo.

Ia mengakui sudah dua kali menerima titipan tersebut. “Sekali kirim sebanyak tujuh gram sabu dan 120 pil happy five,” jelas AKP Agus.

Untuk keuntungan yang didapat tersangka, satu pil happy five atau emirin-5, tersangka menjualnya per butir seharga Rp 150 ribu. Sementara untuk setorannya ke seseorang di Lapas Madiun per butir pil Rp 120 ribu. “Jadi per butir, ia mendapat untung Rp 30 ribu. Sementara untuk sabunya, ia mendapat keuntungan sabu yang biasanya dipakai sendiri atau dijual kembali,” tuturnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia