Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Kemenhub Ancam Stop Penjualan Tiket Dua Pelayaran Swasta

22 November 2018, 17: 20: 22 WIB | editor : Wijayanto

ANTRE: Pelayanan penjualan tiket di Pelabuhan Tanjung Perak.

ANTRE: Pelayanan penjualan tiket di Pelabuhan Tanjung Perak. (DOK)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan dua perusahaan penyeberangan swasta yang berlayar dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke luar pulau agar segera menyiapkan sistem digitalisasi ticketing hingga akhir Desember 2018. Jika tidak, maka Kemenhub akan menghentikan penjualan tiket yang menyebabkan kapal tidak bisa beroperasi.

Saat ini baru tiga perusahaan pelayaran yaitu PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Darma Lautan Utama yang sudah menyelesaikan digitalisasi sistem ticketing. Tidak disebutkan dua perusahaan kapal swasta dimaksud.

“Tinggal dua perusahaan pelayaran swasta itu yang belum menyelesaikan sistem tersebut. Masih on progress sih, tapi jika sampai Desember 2018 yang merupakan batas waktu sebagaimana yang telah disepakati, ya kita tidak akan izinkan melakukan penjualan tiket,” kata Direktur Lalu Lintas Laut Kemenhub, Capt Wisnu Handoko di Jakarta, Kamis (22/11).

Untuk diketahui, pelabuhan Tanjung Perak merupakan satu dari enam pelabuhan yang nenjadi pilot project digitalisasi pelabuhan dalam rangka penataan pelabuhan selain pelabuhan Kali Adem Jakarta dan Pelabuhan Bau Bau.

Dengan dilakukannya digitalisasi kapal dan pelabuhan, maka perusahaan pelayaran harus memililiki data penumpang untuk kepentingan manifes seperti nama, alamat, dan nomor induk kependudukan.

Selama ini, jika ada musibah atau kecelakaan kapal, data yang dilaporkan perusahaan penyeberangan sering tidak sama dengan data yang dimiliki syahbandar atau pelabuhan. Karena masih menggunakan tiket manual maka jumlah manifes yang dilaporkan oleh nahkoda sering berbeda dengan data yang dimiliki syahbandar.

Dengan digitalisasi, nantinya tidak ada lagi kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal maupun melebihi batas yang ditoleransi. Jumlah yang diangkut sama dengan jumlah penumpang yang dilaporkan. Demikian juga jumlah tonase barang yang diangkut sama dengan yang dilaporkan. Sehingga tidak sampai overload dan overcapacity. (pur/jay)

(sb/pur/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia