Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

WOW! Dishub Gresik Siapkan Rp 1,6 Miliar untuk Gaji Jukir

22 November 2018, 15: 12: 06 WIB | editor : Wijayanto

DIGAJI: Para juru parkir (jukir) di Kabupaten Gresik bakal mendapatkan gaji mulai tahun depan.

DIGAJI: Para juru parkir (jukir) di Kabupaten Gresik bakal mendapatkan gaji mulai tahun depan. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

GRESIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik masih berusaha membenahi sistem manajemen pengelolaan parkir tepi jalan. Pada tahun 2019, mereka mengajukan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar. Jika anggaran tersebut disetujui, mereka berani diberikan target dua kali lipat dibandingkan tahun ini.

Kepala Dishub Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk memberikan gaji juru parkir (jukir). Sebab, selama ini jukir tidak mendapatkan gaji sehingga kerjanya tidak maksimal. “Kami upayakan tahun depan bisa memberikan gaji untuk jukir,” ujarnya.

Menurut dia, jika pengajuan anggaran tersebut disetujui pada APBD 2019, pihaknya  berani dipatok target tinggi. Tahun ini, target pendapatan dari parkir tepi jalan hanya Rp 1,8 miliar. “Kalau usulan anggaran kami disetujui, kami siap menaikan target hingga Rp 4,3 miliar pada tahun depan,” ungkap dia.

Keberanian Dishub menaikan target pendapatan parkir tahun 2019 sudah berdasarkan hitung-hitungan yang jelas. Menurut Nanang, selama ini pendapatan sektor parkir banyak mengalami kebocoran karena jukir tidak digaji. Dengan adanya anggaran gaji maka kebocoran bisa diminimalisir.

“Jukir juga butuh makan. Kalau tidak digaji, pasti mereka akan mengambil dari uang yang seharusnya disetor kepada pemerintah. Jadi kalau tahun depan ada anggaran gaji, tidak ada alasan bagi mereka untuk mengambil uang setoran,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Jumanto mengatakan untuk  menggenjot pendapatan parkir sebenarnya masih ada beberapa cara. Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian sejumalh metode penarikan parkir.

“Misalnya, bisa dengan melelang parkir kepada pihak ketiga atau membenahi sistem jukir. Yang pasti saat ini kami masih terus mempelajari system yang kiranya paling tepat untuk menggenjot pendapatan parkir,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia