Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

PDAM Putus, Warga Gununganyar Kekurangan Air Bersih

21 November 2018, 18: 50: 04 WIB | editor : Wijayanto

CARI  AIR: Roji, salah satu warga Gunungnanyar Lor, mengambil  air yang terbuang dari bocornya pipa PDAM akibat terkena dampak proyek Merr,  untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

CARI AIR: Roji, salah satu warga Gunungnanyar Lor, mengambil air yang terbuang dari bocornya pipa PDAM akibat terkena dampak proyek Merr, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Proyek pembangunan Jalan Middle East Ring Road (Merr) yang akan menghubungkan hingga ke jalur Tol Juanda, mengakibatkan saluran air PDAM terputus. Akibatnya  warga sekitar mengeluhkan kekurangan air bersih.

Sudah dua bulan terakhir warga Gununganyar Tengah Gang V, mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya Wijianto, 47, warga Gununganyar Tengah Gang V.

Wijianto mengaku  sudah dua bulan ini dirinya harus menimba air dari bocornya pipa PDAM yang masih mengalir. Sebab  saluran air di rumahnya terputus akibat pengerukan proyek tersebut. “Ya waktu itu ada pengerukan dan pengeboran proyek jalan, jadi pipa airnya terputus. Terpaksa kami mengangsu air ,” beber Wijianto, Selasa (20/11).

Beberapa warga lain yang tinggal didekat proyek Jalan Merr juga mengeluhkan kurangnya air bersih. Di Gununganyar Lor, salah satu warga, Roji  mengaku  dirinya sudah dua bulan mengalami kesulitan mencari air bersih, karena pipa PDAM terputus pembangunan proyek jalan tersebut. Padahal sebelum adanya proyek, air mengalir lancar dan tidak ada kendala sama sekali.

Senada dengan Wijianto dan Roji,  seorang warga di  Jalan Gununganyar Tengah V Dalam juga menyesalkan kurangnya air bersih, meskipun sudah ada inisiatif dari PDAM memberikan truk tangki air.

Warga  yang tidak ingin disebutkan namanya itu menilai , air yang ada di truk tangki kurang bersih, sehingga ia bersama warga lainnya harus menyambung selang sepanjang 500 meter demi mendapatkan air bersih dari pipa sumber PDAM yang terputus proyek. “Jadi sudah dua bulan ini sudah kami mengalami kekurangan air. Kalau sebelum ada proyek ya lancar-lancar saja, tapi semenjak ada proyek ini pipanya putus. Kami harap pemerintah kota bisa memberikan kami air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Ia juga mengaku, sekitar 20 Kepala Keluarga rela begadang hingga pagi dini hari demi mengantre mendapatkan air bersih. Meskipun ada air namun hanya mengalir alakadarnya. Dirinya berharap segera ada bantuan air bersih dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya. Warga juga berencana akan melakukan mediasi dengan pihak PDAM untuk melakukan tindak cepat mengatasi masalah tersebut. 

“Kami ingin secepatnya ada tanggapan, karena kami juga butuh air setiap harinya. Ini bahan pokok sehari-hari kita, kita ingin ada kejelas dari PDAM dan pemkot,” tandasnya. (gin/nug)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia