Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Tak Sanggup Biayai Operasi Botox, Suami Di-Say Good Bye

19 November 2018, 14: 26: 36 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Merasa suami tak becus cari duit, Karin, 28, minta cerai. Pemicunya, ia ingin mempercantik diri dengan serangkaian operasi. Sayang, gaji Donwori tak ngatasi. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Sebagai penyanyi, Karin ingin penampilannya all out. Tubuh harus singset, rambut yang keriting harus dilurusin, kulit sawo matang harus diputihin. Pun dengan hidung yang pesek, harus dimancungin dong. 

Namun keajaiban cantik seketika itu hanya terwujud dengan operasi plastik. Atau setidaknya suntik botox lah. Sayangnya, untuk menjadi cantik melalui perawatan itu tak hanya menyakitkan. Tapi juga menguras kantong. 

Dan sayangnya lagi, kantong Donwori, 29, suami Karin, masih tergolong seret untuk bisa membiayai serangkaian perawatan tubuh istrinya. Selama ini, Karin hanya mengandalkan hidup pada suaminya yang seorang buruh pabrik. Gaji yang bisa dikatakan minim itu hanya cukup untuk belanja sebulan dan memenuhi kebutuhan sekolah serta jajan anak. Kalau ada sisa, itu pun jarang sekali. Baru bisa ia pakai untuk kebutuhan perawatannya. Sehingga selama ini, untuk kebutuhan make up, ia kerap menggunakan uang sendiri. "Yah akhirnya kayak gak balik modal Mbak. Dapet fee beli make up ini make up itu," kata perempuan beralis tebal ini, santai. 

Dulu, Karin tak keberatan hanya dengan make up yang ia beli sendiri. Namun semakin ke sini, ia mulai melirik perawatan mahal. Apalagi kalau bukan karena diiming-imingi sesama penyanyi lain. Akhirnya ia pun mulai perawatan itu satu per satu. Awalnya hanya botox hidung. Puas dengan hasilnya, ia ingin melakukan botox di beberapa bagian tubuh yang lain. "Lha ngeliat yang lain tampak seger semok, aku ya emoh kalah dong. Aku juga mau filler pipi," sambungnya. 

Awalnya, untuk biaya perawatan, Karin meminta Donwori untuk menanggung. Namun belum juga sampai dua kali, Donwori sudah angkat tangan. Donwori terlalu eman kalau gajinya dihabiskan untuk mendandani fisik. Keengganan Donwori menyokong penampilannya ini tentu saja memicu pertengkaran dalam rumah tangga. "Dia gak peka, penampilan itu asetnya publik figur. Memang dia gak becus cari duit kok," ungkap Karin mengeluh.

Dalam sesi curhat kilat di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas1 A Surabaya ini, Karin berulang kali berandai-andai. Ia mengutuk suaminya yang tak mampu, yang malas bekerja. Ia  juga menyesal dulunya telah menolak lamaran pria kaya yang gaji bulanannya bisa belasan juta. Pikirnya, jika dulu bersama lelaki itu, ia tak akan begitu nelangsa.

Namun Radar Surabaya bingung jika jadi hakim untuk memutuskan kasus pasutri ini. Antara kesalahan Karin yang memiliki gaya hidup glamor yang tidak sesuai kantong, atau Donwori yang salah karena tak bisa menunjang penampilan istri untuk tujuan pekerjaan ini. 

Namun andaikan yang salah Karin karena tidak nriman,  apa pemberian suami, keputusannya untuk bercerai sudah bulat. Bahkan ia sudah merancang perjalanan cinta baru yang bisa melancarkan pemasukannya. Sehingga dengan selow bisa bolak balik operasi tanpa mikir biaya. "Ini sedang deket dengan kontraktor, doain ya moga aja jadi. Pasti hidupku sejahtera nanti," pungkasnya dengan senyum simpul. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia