Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Awarding Kampung Pendidikan 2018 Ditutup Meriah

Bukti Surabaya Kota Ramah Anak

19 November 2018, 14: 12: 55 WIB | editor : Wijayanto

MENGHIBUR: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bernyanyi bersama anak-anak dan pengunjung di ajang Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KPKAS) 2018.

MENGHIBUR: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bernyanyi bersama anak-anak dan pengunjung di ajang Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KPKAS) 2018. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KPKAS) 2018 telah ditentukan pemenangnya oleh panitia dalam kategori pratama dan madya. Di antaranya adalah sebagai juara kampung belajar, kampung asuh, kampung sehat, kampung aman, kampung kreatif hingga best of the best.

JUARA: Para pemenang Awarding KPKAS 2018 berfoto bersama dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) dan para undangan yang hadir.

JUARA: Para pemenang Awarding KPKAS 2018 berfoto bersama dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) dan para undangan yang hadir. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Penilaian yang sudah dilakukan sejak 8 Oktober 2018 lalu ini memuaskan panitia maupun peserta. Pasalnya kerja keras masyarakat terbayarkan sudah, dengan diperolehnya penghargaan yang diberikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat Awarding KPKAS 2018 di Jalan Tunjungan.

Dalam kesempatan itu juga hadir Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oratmangun, Dewan Pendidikan Surabaya Martadi, dan beberapa tamu VIP lain.

Risma mengatakan, sengaja membuat lomba ini agar anak-anak di Surabaya dapat terlindungi dan terdidik dengan baik. Mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, kampung, hingga ruang terbuka lain.

Dalam kesempatan itu, Risma memberikan masukan pada masyarakat agar melindungi anak di mana pun. Dia mengakui, lomba KPKAS 2018 berawal dari keresahannya saat ini.

“Sekarang marak sekali kasus-kasus yang melibatkan anak. Seperti kasus narkoba, kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga, dan lainnya. Ini yang membuat saya resah, kemudian membuat lomba Kampung Pendidikan ini,” katanya, Minggu (18/11).

Ia juga mengatakan bahwa anak-anak harus benar-benar dijaga di lingkungan sekolah maupun rumah dan keluarga. Menurut Risma, kasus paling riskan terjadi adalah kekerasan anak saat dekat orang terdekatnya. Kasus kekerasan anak dalam keluarga itu sudah sangat keterlaluan dan di luar batas kewajaran.

“Maka itu agar tidak lagi terjadi kasus kekerasan dalam keluarga, kami ajak bapak ibu untuk selalu menjaga anak-anak dengan kasih sayang. Kalau bisa harus diawasi secara bersama. Tidak hanya orang tua, tapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Kepala DP5A Chandra Oratmangun mengingatkan pentingnya melakukan proteksi pada anak dan menciptkan suasana kampung yang nyaman.

Dengan KPKAS, pemerintah ingin memastikan kalau pertumbuhan anak di Surabaya berkembang dengan baik dan aman. Chandra juga menyampaikan pentingnya proteksi pada anak dari segala arah. Mulai dari pengawasan lingkungan, dan penggunaan gadget.

Menurut dia, pengawasan ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya, saat ini banyak orang tua yang memberikan gadget pada anak tanpa adanya kontrol. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia