Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dua Ibu Serempetan Mobil Berujung Pidana

16 November 2018, 02: 10: 51 WIB | editor : Wijayanto

DI RUMAH SAKIT: Korban Melisa menunjukkan laporannya ke polisi

DI RUMAH SAKIT: Korban Melisa menunjukkan laporannya ke polisi (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Melisa Gustin, 35, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya. Wanita yang tinggal di Komplek Bintang Diponggo ini ditetapkan sebagai tersangka setelah menganiaya Lia Vinata, 31, warga Dian Istana Blok F2 Wiyung, Surabaya. Penganiayaan itu dipicu setelah keduanya terlibat serempetan mobil. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, Melisa ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan gelar perkara atas laporan korban. Dia dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Meski demikian, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Kami masih akan memeriksa tersangka terlebih dahulu dalam kasus ini," ungkap AKBP Sudamiran, Kamis (15/11). 

Sudamiran mengatakan, kasus penganiayaan tersebut terjadi setelah korban dan tersangka terlibat tabrakan di Jalan Telaga Utama, Citraland, pada awal September lalu. Saat itu, korban mengemudikan mobil Mercedez Benz C250 usai mengantarkan anaknya di Singapure National Academy (SNA), tersangka Melisa mengemudikan mobil Mazda Biante. 

"Lalu ketika korban hendak putar balik, terjadi serempetan dengan mobil terasangka. Saat itulah keduanya terlibat cekcok hingga berujung penganiayaan kepada korban," terangnya. 

Dalam penganiyaan itu, tersangka menarik baju hingga memukul korban di bagian bahu hingga lengan kiri korban berkali-kali. Hasilnya korban pun mengalami luka lebam hingga sempat dirawat di rumah sakit di Rumah Sakit National Hospital.

Sementara itu, Lia Vinata meminta polisi untuk menahan tersangka. Selain untuk memberikan efek jera, penahanan tersebut untuk menghindari kemungkinan adanya korban lain. 

"Saya berharap tersangka ditahan. Jangan sampai kejadian ini menimpa orang lain," terangnya. 

Secara detail, percecokan tersebut berawal setelah ia menghampiri tersangka. Dia mencoba mengetuk pintu mobil tersangka dengan maksud meminta pertanggungjawaban. Namun niat baik Lia tak digubris oleh Melisa.

"Setelah itu saya pancing ia keluar mobil dengan mengambil dompet koin milik tersangka dan membungnya ke aspal. Tujuan saya agar dia keluar," terangnya.

Cara tersebut membuat Melisa pun keluar mobil. Namun setelah itu, ia justru marah-marah dan menganiaya korban. Tak terima dianiaya, Lia pun melaporkan kasus ini ke Polsek Lakarsantri lalu dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia