Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Eco Wisata Mangrove Wonorejo

Semakin Cantik dengan Adanya Jembatan Bambu

15 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DIKEMBANGKAN: Proyek pembuatan jembatan bambu baru selesai 80 persen, Rabu (14/11). Jembatan ini akan terhubung dengan tiga bozem di kawasan Eco Wisat

DIKEMBANGKAN: Proyek pembuatan jembatan bambu baru selesai 80 persen, Rabu (14/11). Jembatan ini akan terhubung dengan tiga bozem di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dalam pengembangan kawasan wisata Eco Wisata Mangrove Wonorejo masyarakat Surabaya dan para wisatawan akan disuguhi dengan jembatan bambu yang membentang di tiga bozem. Dalam waktu satu bulan lagi, jembatan yang mirip dengan jembatan Suramadu versi bambu ini sudah bisa dinikmati.

Koordinator Eco Wisata Mangrove Wonorejo, Suwito mengungkapkan, proyek pembuatan ini sudah berlangsung sejak empat bulan lalu, dan kini proyek tersebut sudah berjalan 80 persen.

Dirinya mengatakan, jembatan ini didesain mirip dengan jembatan Suramadu, “Itu nantinya akan ada tali sling yang membentang seperti Suramadu. Jadi persis sama nanti, kalau ini terbuat dari mambu, jadinya unik,” tuturnya saat dijumpai di Eco Wisata Mangrove Wonorejo, Rabu (14/11).

Jembatan tersebut kini masih dalam pengerjaan, masih kurang 100 meter lagi untuk menghubungkan tiga bozem. Rencananya, pada akhir tahun jembatan tersebut sudah bisa dinikamati oleh pengunjung. Suwito menjelaskan, jembatan tersebut akan ada pembatasan pengunjung. Karena demi keamanan, mengingat jembatan terbuat dari bambu yang kekuatannya tidak sekuat besi atau cor-coran.

“Ini kan masih meraba-raba ya, jadi batasan jumlah orangnya masih belum tentu. Misal nanti orang 10 atau 15 yang naik, lalu selanjutnya ada berapa lagi yang naik. Jadi tidak semua langsung gitu,” tuturnya.

Selain kapasitas, Suwito juga berencana ingin memberi jaring-jaring dibagian bawah jembatan yang berguna bagi keamanan wisatawan. Tak hanya itu, di bagian mulut jembatan, akan ada petugas Linmas yang bersiaga untuk membatasi kapasitas pengunjung yang akan melintas jembatan tersebut.

“Kira-kira seperti itu, kalau semuanya naik jembatan bisa-bisa ngeruntel ditengah bisa menyebabkan jembatan ambruk. Mudah-mudahan juga akan kami tambahi kamera CCTV. Bagaimana caranya pengunjung biar tetap aman,” tandasnya.

Suwito berharap, akan ada lebih banyak lagi pengunjung yang berwisata di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo. Tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mancanegara. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia