Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Usut Korupsi TPST, Kejari Dalami Keterlibatan Tersangka Lain

14 November 2018, 23: 05: 07 WIB | editor : Wijayanto

Proyek pembangunan TPST Pasar Krian.

Proyek pembangunan TPST Pasar Krian. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Setelah menetapkan dua tersangka, Kejari bakal memburu tersangka lain dalam proyek TPST di Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Kecamatan Taman dan Kecamatan Krian itu.

Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Idham Kholid mengatakan, upaya pengembangan kasus terus dilakukan karena dugaan tersangka baru masih terbuka lebar. Keterlibatan orang lain dalam kasus korupsi sangat mudah dipastikan karena korupsi adalah tindakan berjamaah. “Jadi kemungkinan tersangka baru pasti ada,” ungkap Idham Kholid.

Idham mengungkapkan, upaya pengungkapan kasus korupsi itu sudah memeriksa 18 saksi. Besaran kucuran nilai dana di dalam tiga lokasi pembangunan TPST masing-masing sekitar Rp 180 juta. “Kita masih gali lagi informasi dugaan keterlibatan orang lain. Sejumlah saksi akan kita panggil lagi,” terangnya.

Seperti yang diketahui, kasus dugaan korupsi dalam proyek TPST tersebut mencuat setelah Kejari Sidoarjo mengamankan dua tersangka pada Senin (12/11) malam. Keduanya adalah Abdul Manan, 56, yang merupakan kontraktor pelaksana dalam proyek tersebut. Sedangkan Nur Ahmad, 53, yang berperan sebagai panitia penerima hasil pekerjaan.

Diketahui, Nur Ahmad merupakan ASN yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Kedua tersangka bakal dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18, dan pasal 3 jo pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia