Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Tur Tematik Surabaya Heritage Track

Menelisik Sejarah Pecahnya Perang 10 November

14 November 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TEMPAT PERSEMBUNYIAN: Sejumlah peserta tur SHT menelusuri ruang bunker PT Pertamina EP4 SKK Migas, di Jalan Veteran, Surabaya, Selasa (13/11).

TEMPAT PERSEMBUNYIAN: Sejumlah peserta tur SHT menelusuri ruang bunker PT Pertamina EP4 SKK Migas, di Jalan Veteran, Surabaya, Selasa (13/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-  Kematian Jenderal Mallaby di Jembatan Merah merupakan pemicu pecahnya perang 10 November 1945. Bagaimana semangat arek-arek Suroboyo tercermin dalam kegigihan mereka melawan sekutu bersenjata lengkap yang berusaha merebut kembali kemerdekaan . Peristiwa itu dinamakan peristiwa 3 Hari di tanggal 28, 29 dan 30 Oktober 1945. Untuk  mengenalkan besarnya peristiwa tersebut Surabaya Heritage Track ( SHT) kembali melakukan tur tematik spesial Hari Pahlawan bertajuk Surabaya Melawan. 

Dalam tur ini, mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya adalah gedung PT Pertamina EP4 SKK Migas Jabanusa dan Area Taman Sejarah. Di hari pertama kemarin, Selasa (13/11), 26 pecinta wisata sejarah sangat antusias mengikuti tur tersebut. Salah satunya adalah Mary,78. Meski tak lagi muda, warga Pabean ini masih semangat mengikuti tur tematik SHT. Ia mengaku sebagai penyuka wisata sejarah. "Karena saya merasakan sendiri peristiwa itu, waktu saya usia 4 tahun lari-lari harus cari pengungsian," Katanya. 

Tujuan pertama yang didatangi adalah Kantor SKK Migas. Tempat ini dulunya adalah tempat dansa di zaman kolonial yang sempat dijadikan markas sekutu di bawah pimpinan Kolonel Pugh. 

Selanjutnya, tracker diajak menyusuri jalan depan Kantor Pos Kebonrojo dimana dulunya, arek-arek Suroboyo sedang menunggu untuk melakukan penyerangan. Selanjutnya, tur dilanjutkan ke jalan Rajawali. Disana tracker diajak untuk menyaksilan langsung tampak luar dari gedung Internatio yang berada samping Taman Sejarah. Gedung ini menyimpan sejarah sebagai markas tentara inggris yang dibonceng sekutu datang ke Indonesia untuk berusaha merebut kembali kemerdekaan. "Semangat warga Surabaya yang berani melawan meski banyak rintangan, inilah yang melatar belakangi tema tur ini,” Kata Bambang, tour guide SHT. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia